FEKDI x IFSE 2026. Foto: BI
FEKDI x IFSE 2026. Foto: BI

Hidup Semakin Serba Digital, BI Dorong Sistem yang Saling Terhubung

Annisa ayu artanti • 25 September 2026 22:25
Ringkasnya gini..
  • Bank Indonesia mendorong layanan digital di Indonesia agar semakin terhubung dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
  • Semangat Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa diterjemahkan BI menjadi penguatan infrastruktur, ekosistem, dan interkoneksi digital.
  • Penguatan ekonomi digital juga membutuhkan data, inovasi, talenta, dan kolaborasi lintas sektor.
Jakarta: Di era digital hampir semua pembayaran dilakukan secara online melalui pembayaran digital yang lebih praktis dan mudah. Tapi di balik kemudahan itu, ada satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu bagaimana berbagai layanan digital tersebut bisa saling terhubung dan memberikan pengalaman yang lebih simpel bagi masyarakat.

Bank Indonesia mendorong penguatan konektivitas tersebut melalui transformasi ekonomi dan keuangan digital melalui  semangat “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa” untuk mewujudkan sistem pembayaran yang semakin efisien, inklusif, stabil, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Satu Nusa mengintegrasikan infrastruktur digital nasional agar sistem pembayaran semakin andal dan terkoneksi; Satu Bangsa menyatukan ekosistem ekonomi dan keuangan digital dengan menghubungkan sektor usaha, sektor keuangan, dan pemerintah; sementara Satu Bahasa menstandardisasi bahasa interkoneksi agar berbagai sistem dapat saling terhubung dan berinteroperasi,” jelas Destry Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, saat membuka High Level Talk dalam rangkaian FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta pada Kamis, 24 September 2026. 

Bukan Cuma Teknologi, Data dan Kolaborasi Juga Jadi Kunci

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta juga mengatakan transformasi digital perlu didukung penguatan Infrastruktur, Industri, Inovasi, Internasional, dan Rupiah Digital atau 4I-RD, dengan prinsip interkoneksi, integrasi, dan interoperabilitas atau 3I. 

“Teknologi menentukan kecepatan transformasi, sementara kolaborasi memastikan kita bergerak selaras menuju tujuan yang sama,” ujar Filianingsih.

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu, pun menilai akses dan infrastruktur digital saja belum cukup karena data perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan nilai ekonomi. 

“Akses dan infrastruktur digital merupakan fondasi penting, tetapi akses saja tidak cukup. Data perlu dimanfaatkan secara optimal agar digitalisasi dapat meningkatkan produktivitas dan menciptakan nilai ekonomi," ujar Mari.

Sementara itu, Menteri PANRB, Rini Widyantini, mendorong pertukaran data yang aman dan layanan publik yang terintegrasi, sedangkan OJK menekankan pentingnya menjaga inovasi digital, kepercayaan, dan pendalaman sektor keuangan agar berjalan beriringan. 

“Bank Indonesia membangun rel konektivitas pembayaran, OJK menjaga kepercayaan ekosistem keuangan, dan Pemerintah memastikan setiap warga negara memperoleh pengalaman layanan digital yang setara,” ujar Rini. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan