Perubahan tersebut terlihat dari semakin terhubungnya layanan perbankan dengan platform teknologi pengelolaan tenaga kerja. Salah satunya melalui kolaborasi Duluin dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Baca juga: Perbankan Nasional Hadapi Era Baru, Infrastruktur Digital Jadi Kunci Ketahanan Layanan |
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan layanan payroll, pengelolaan tenaga kerja, hingga solusi kesejahteraan finansial pekerja secara digital. Kolaborasi ini berlaku secara nasional dan menggabungkan infrastruktur perbankan BTN dengan ekosistem teknologi Duluin.
Sederhananya, perusahaan tidak lagi harus mengandalkan banyak sistem yang berjalan sendiri-sendiri. Kebutuhan seperti pengelolaan karyawan, penggajian, akuntansi, hingga transaksi perbankan dapat dibuat lebih terhubung melalui teknologi.
Dalam kerja sama ini, Duluin memanfaatkan application programming interface (API) untuk menghubungkan sistemnya dengan layanan perbankan BTN. Ekosistem tersebut juga didukung sejumlah solusi digital Duluin, seperti Duluin Gajian atau Earned Wages Access, Workin by Duluin sebagai Human Resource Management System (HRMS), serta Margin by Duluin sebagai accounting software.
Bagi perusahaan, model seperti ini dapat membuat proses administrasi tenaga kerja menjadi lebih praktis. Data karyawan dan kebutuhan payroll dikelola melalui sistem digital, sementara proses transaksi dan penyaluran dana didukung oleh infrastruktur perbankan.
Yang berubah bukan sekadar cara menggaji karyawan. Digitalisasi mulai membuat fungsi HR, payroll, akuntansi, dan layanan finansial saling terkoneksi dalam satu ekosistem.
Perubahan ini juga relevan dengan karakter dunia kerja saat ini. Karyawan semakin terbiasa dengan layanan digital yang cepat dan praktis, sementara perusahaan membutuhkan sistem yang mampu mengelola tenaga kerja secara lebih efisien.
Chief Executive Officer Duluin, Isa Nuruddin Ahmad, mengatakan kebutuhan perusahaan terhadap layanan tenaga kerja kini semakin terintegrasi seiring perkembangan ekonomi digital.
“Kebutuhan perusahaan saat ini semakin terhubung. Pengelolaan payroll, administrasi tenaga kerja, dan kesejahteraan finansial karyawan perlu didukung oleh sistem yang mampu bekerja secara selaras,” ujar Isa.
Menurut dia, kolaborasi dengan BTN menjadi bagian dari upaya Duluin memperluas akses terhadap solusi digital bagi perusahaan dan pekerja di Indonesia.
“Kolaborasi dengan BTN menjadi langkah penting bagi Duluin untuk memperluas akses terhadap solusi tersebut kepada lebih banyak perusahaan dan pekerja di Indonesia,” lanjutnya.
Isa mengatakan kombinasi antara infrastruktur perbankan dan teknologi pengelolaan tenaga kerja juga dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan yang menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.
“BTN memiliki kapabilitas perbankan dan jaringan yang luas, sementara Duluin memiliki solusi teknologi melalui Duluin Gajian, Workin by Duluin, dan Margin by Duluin. Kami melihat kolaborasi ini sebagai peluang untuk menghadirkan layanan yang lebih terhubung dan memberikan manfaat nyata, baik bagi perusahaan maupun pekerja,” katanya.
Melalui kerja sama tersebut, Duluin dan BTN membuka peluang untuk menjangkau perusahaan dari berbagai sektor dan skala usaha. Cakupan nasional memungkinkan solusi digital pengelolaan tenaga kerja digunakan oleh perusahaan dengan kebutuhan operasional yang berbeda-beda.
Bagi Duluin, kemitraan ini juga menjadi bagian dari strategi memperluas penggunaan Duluin Gajian dan Workin di pasar korporasi. Integrasi dengan layanan perbankan menjadi salah satu fondasi untuk membangun ekosistem yang mempertemukan kebutuhan perusahaan, pekerja, dan layanan finansial.
Pada akhirnya, transformasi digital di dunia kerja bukan hanya soal mengganti proses manual menjadi aplikasi. Tantangannya adalah membuat berbagai sistem yang digunakan perusahaan bisa saling berbicara dan bekerja dalam satu alur.
Ke depan, Duluin dan BTN akan mengeksplorasi pengembangan kerja sama untuk memperluas layanan yang dapat digunakan perusahaan dan pekerja. Perkembangan ini menunjukkan bagaimana ekonomi digital mulai mengubah pengelolaan tenaga kerja dari sekadar urusan administrasi menjadi bagian dari ekosistem layanan yang semakin terintegrasi.