Presiden Direktur OSL Indonesia, Ivan Arilito, mengatakan perkembangan industri aset digital di Indonesia menunjukkan arah yang semakin terstruktur. Hal itu disampaikannya dalam wawancara bertajuk Crypto Investment Trends Amid Global Volatility.
Menurut Ivan, perilaku investor kripto mulai bergeser. Jika sebelumnya pergerakan harga menjadi perhatian utama, kini investor semakin mempertimbangkan profil risiko, diversifikasi portofolio, serta strategi investasi dalam jangka panjang.
"Industri aset kripto semakin terstruktur dan matang. Investor juga mulai memahami pentingnya profil risiko, diversifikasi aset, dan strategi jangka panjang," ujar Ivan.
Ia menilai penguatan infrastruktur perdagangan aset digital serta meningkatnya partisipasi investor institusional turut mendorong terbentuknya ekosistem kripto yang lebih terstruktur dan terpercaya.
Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Ivan mengatakan Indonesia memiliki sejumlah faktor yang dapat mendukung pertumbuhan industri aset digital. Di antaranya populasi yang besar, tingkat adopsi aset kripto yang terus berkembang, serta kerangka regulasi yang semakin kuat di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)."Indonesia dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan aset digital," kata Ivan.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, OSL Indonesia mendorong investor untuk melakukan riset secara mandiri atau Do Your Own Research (DYOR) sebelum melakukan transaksi aset digital.
Investor juga diimbau memahami karakteristik, mekanisme, serta dokumentasi setiap aset digital karena masing-masing aset memiliki karakteristik dan profil risiko yang berbeda.
Perusahaan menekankan bahwa aktivitas perdagangan dan investasi aset digital tetap memiliki risiko, termasuk fluktuasi harga, potensi kehilangan modal, likuiditas, risiko teknologi, dan perubahan regulasi.
Diversifikasi Jadi Perhatian Investor
Menurut OSL Indonesia, perkembangan sejumlah aset digital yang memiliki karakteristik berbeda dapat memberikan alternatif diversifikasi bagi investor. Bitcoin, USDGO, USDT, dan XAUT disebut sebagai beberapa aset yang dapat menjadi bagian dari pilihan diversifikasi, dengan karakteristik dan risiko yang tetap perlu dipahami oleh investor.Ivan mengatakan pendekatan tersebut menjadi salah satu dasar OSL Indonesia dalam mengembangkan platform yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas perdagangan, tetapi juga berupaya memenuhi kebutuhan pengguna.
"Berdasarkan hal tersebut, inilah yang menjadi pondasi kami untuk menghadirkan lebih dari sekadar platform trading, tetapi juga wadah bagi masyarakat Indonesia bertumbuh bersama. Sesuai dengan slogan yang kami miliki yakni 'Built on Your Feedback, Empowered by Global Compliance'," ujarnya.
OSL Indonesia juga mengembangkan layanan berbasis Voice of Customer (VoC) untuk menghimpun masukan pengguna dan menjadikannya sebagai salah satu pertimbangan dalam pengembangan layanan.
Pendekatan tersebut menggabungkan standar ekosistem global dengan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku di pasar aset kripto Indonesia.
Perkuat Keamanan Transaksi
Selain layanan berbasis masukan pengguna, OSL Indonesia menyebut penguatan keamanan sebagai salah satu fokus pengembangan platform.Perusahaan menghadirkan Auth & Funding Upgrade yang mencakup peningkatan autentikasi serta keamanan dalam proses deposit dan penarikan dana (withdrawal).
Pengembangan tersebut ditujukan untuk memperkuat perlindungan pengguna sekaligus merespons kebutuhan yang disampaikan oleh pengguna.
Di sisi lain, pertumbuhan jumlah investor kripto juga membuat kebutuhan terhadap edukasi dan literasi menjadi semakin penting. Hal tersebut terutama berkaitan dengan pemahaman mengenai karakteristik aset digital, risiko investasi, serta pengelolaan portofolio.
Berdasarkan Statistik Penyelenggara Perdagangan Aset Keuangan Digital Aset Kripto (AKD AK) periode Juli 2026, OJK mencatat jumlah investor aset kripto di Indonesia mencapai 22,93 juta per Juli 2026.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya minat masyarakat terhadap aset digital, termasuk dari kelompok investor muda.
Hadirkan Informasi Pasar Real-Time
Untuk membantu pengguna memahami kondisi pasar, OSL Indonesia juga akan menghadirkan layanan Market Buzz. Layanan tersebut menyediakan informasi, data, serta perkembangan pasar secara *real-time*.Kehadiran informasi tersebut diharapkan membantu pengguna memahami sentimen dan pergerakan pasar secara lebih menyeluruh sehingga tidak hanya mengandalkan judul atau headline ketika mengambil keputusan.
Melalui pengembangan tersebut, OSL Indonesia menyatakan ingin menghadirkan platform yang menggabungkan pengalaman dan standar global dengan kebutuhan pengguna di Indonesia.
Meski demikian, investor tetap perlu memahami bahwa aset digital merupakan instrumen yang memiliki risiko. Perubahan harga yang cepat, risiko kehilangan modal, likuiditas, teknologi, serta perubahan regulasi dapat memengaruhi hasil investasi.
Karena itu, investor perlu melakukan riset secara mandiri, memahami karakteristik dan risiko setiap aset digital, serta mempertimbangkan profil risiko dan kondisi keuangan masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi.