Konferensi pers FEKDI x IFSE 2026. Foto: Kemenko Perekonomian
Konferensi pers FEKDI x IFSE 2026. Foto: Kemenko Perekonomian

FEKDI x IFSE 2026: Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus USD340 Miliar

Annisa ayu artanti • 25 September 2026 09:51
Ringkasnya gini..
  • Ekonomi digital Indonesia diproyeksi mencapai USD180-340 miliar pada 2030, didorong digitalisasi, AI, dan inovasi keuangan.
  • Pemerintah memperluas digitalisasi daerah, dengan 518 dari 546 Pemda telah memiliki ekosistem digital hingga 2026.
  • FEKDI x IFSE 2026 mendorong sinergi pemerintah, industri, dan talenta untuk mempercepat transformasi ekonomi digital.
Jakarta: Ekonomi digital Indonesia masih punya ruang pertumbuhan yang besar. Nilainya yang diperkirakan mendekati USD100 miliar pada 2025 bahkan diproyeksikan bisa mencapai USD180 hingga USD340 miliar pada 2030.

Potensi tersebut mendorong pemerintah memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital (EKD), mulai dari digitalisasi daerah, sistem pembayaran, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga pengembangan talenta digital.

Penguatan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 24-26 September 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perkembangan ekonomi digital perlu ditopang kondisi perekonomian nasional yang resilien serta kebijakan yang terkoordinasi.

Pada semester I-2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen. Sementara itu, inflasi pada Agustus 2026 tercatat 3,19 persen secara tahunan (yoy).

“Ekonomi digital Indonesia pada 2025 diperkirakan mendekati USD100 miliar dan diproyeksikan mencapai USD180-340 miliar pada 2030. Perkembangan digitalisasi keuangan juga tercermin dari pemanfaatan QRIS yang hingga Juni 2026 telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna dan 44,86 juta merchant dengan 96,68 persen merchant merupakan UMKM,” jelas Airlangga, dikutip Jumat, 25 September 2026.

Besarnya potensi tersebut membuat penguatan ekosistem digital tidak hanya menyasar industri teknologi dan keuangan, tetapi juga pemerintah daerah hingga pelaku UMKM.
 

Digitalisasi Pemerintah Daerah Terus Diperluas

Pemerintah mencatat 518 dari 546 pemerintah daerah atau sekitar 94,9 persen telah memiliki ekosistem digital hingga 2026.

Digitalisasi juga terlihat dari transaksi pajak dan retribusi daerah secara non-tunai yang mencapai Rp165 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut tumbuh 10,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dukungan konektivitas juga terus diperluas. Salah satunya melalui konektivitas berbasis low earth orbit satellite yang telah menjangkau 269 pemerintah daerah.

“Sementara, dukungan konektivitas berbasis low earth orbit satellite telah menjangkau 269 Pemda, bersinergi dengan seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia. Selain itu, pemanfaatan Kartu Kredit Indonesia (KKI) oleh Pemda dan K/L yang sudah bisa dipakai di e-katalog nasional mulai Oktober 2026, juga diperluas kerja sama e-katalog dengan marketplace dan UMKM,” tutur Airlangga.

Memasuki 2027, pemerintah mengarahkan digitalisasi daerah tidak hanya untuk meningkatkan transaksi digital. Digitalisasi juga ditargetkan dapat meningkatkan kualitas layanan publik, memperbaiki iklim investasi daerah, menertibkan pemanfaatan Barang Milik Daerah untuk kebutuhan seperti sewa, serta memperkuat infrastruktur digital.

AI Mulai Jadi Bagian dari Sektor Keuangan

Perkembangan ekonomi digital juga berjalan beriringan dengan meningkatnya inklusi keuangan. Survei OJK 2026 mencatat indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen, sementara indeks literasi keuangan berada di level 69,57 persen.

Salah satu teknologi yang ikut mendorong perubahan di sektor keuangan adalah Artificial Intelligence (AI). Teknologi ini mulai dimanfaatkan untuk menciptakan nilai ekonomi baru sekaligus membantu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.

Pemanfaatan AI di sektor keuangan antara lain mencakup proses verifikasi Know Your Customer (KYC) secara otomatis dan credit scoring.

Dengan semakin luasnya penggunaan AI, kebutuhan terhadap talenta digital yang mampu mengembangkan dan mengoperasikan teknologi tersebut juga ikut meningkat.

FEKDI x IFSE 2026 Dorong Kolaborasi Ekonomi Digital

FEKDI x IFSE 2026 mengusung tema “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional.”

Agenda tersebut menempatkan tiga fokus utama, yakni memperkuat sinergi pemerintah, otoritas, dan industri; mempercepat inovasi teknologi keuangan; serta mengembangkan talenta digital Indonesia agar mampu bersaing secara global.

Bank Indonesia menyebut FEKDI x IFSE 2026 menjadi ruang yang mempertemukan kebijakan, inovasi, talenta, industri, dan kebutuhan masyarakat untuk mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital nasional.

Acara ini berlangsung pada 24-26 September 2026 di JICC Jakarta dan terbuka untuk masyarakat. Selain seminar dan talkshow, pengunjung dapat melihat berbagai inovasi teknologi melalui showcase dan digital experience.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan