| Baca juga: LVMH Bangkit Lagi, Bisnis Fashion Mewah Mulai Comeback Setelah Dua Tahun Lesu |
Perkembangan tersebut terlihat dalam gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 yang tidak hanya menjadi ajang pamer koleksi terbaru, tetapi juga ruang bagi pelaku industri fesyen untuk mengintegrasikan pemasaran digital dengan aktivitas penjualan.
Tren ini hadir seiring kuatnya kontribusi sektor fesyen terhadap perekonomian nasional. Pada 2024, industri fesyen dan kriya menyerap sekitar 3,69 juta tenaga kerja. Sementara pada triwulan I 2026, produk domestik bruto (PDB) sektor tersebut mencapai Rp120,13 triliun.
Fashion Category Strategy and Campaign Lead Tokopedia & TikTok Shop Indonesia, Claudia Elaine, mengatakan perubahan perilaku konsumen membuat proses menemukan produk kini semakin banyak dipengaruhi konten digital.
"Semakin banyak konsumen mendapatkan inspirasi melalui video pendek dan sesi LIVE. Hal ini membuka peluang bagi brand fesyen lokal dari berbagai skala untuk menjangkau lebih banyak konsumen melalui konten dan komunitas," ujar dia dikutip dari Media Indonesia.
Salah satu contoh datang dari Beige Studio, merek fesyen lokal yang berdiri pada masa pandemi Covid-19. Pendirinya, Priscillia Wirjadinata, mengatakan pemanfaatan konten digital menjadi salah satu faktor yang membantu pertumbuhan bisnisnya.
Menurut dia, video pendek dan siaran langsung digunakan untuk memperkenalkan koleksi baru sekaligus membangun kedekatan dengan pelanggan. Strategi tersebut kini mampu menghasilkan hingga ratusan pesanan setiap hari, terutama saat momentum kampanye belanja daring.
Priscillia menilai konsistensi dalam membuat konten serta membangun kepercayaan konsumen menjadi faktor penting di tengah persaingan industri fesyen yang semakin ketat.
Selain pelaku usaha, kreator konten atau affiliate juga mulai memainkan peran yang semakin besar dalam ekosistem perdagangan digital. Melalui ulasan produk dan rekomendasi yang dinilai lebih autentik, kreator membantu mempertemukan konsumen dengan berbagai produk fesyen lokal.
Salah satu affiliate, Ireztia, mengaku memilih untuk fokus mempromosikan produk fesyen lokal, khususnya fesyen muslim. Menurutnya, kredibilitas menjadi modal utama sehingga ia hanya merekomendasikan produk yang telah melalui proses seleksi berdasarkan kualitas, ulasan pelanggan, dan reputasi penjual.
Fenomena ini juga tercermin dari riset Accenture Song yang memperkirakan nilai ekonomi yang dipengaruhi kreator konten di kawasan Asia-Pasifik akan mencapai US$1,2 triliun pada 2030. Angka tersebut menunjukkan bahwa konten digital tidak lagi sekadar menjadi sarana promosi, tetapi telah berkembang menjadi salah satu pendorong utama aktivitas perdagangan digital.
Di tengah perubahan pola konsumsi tersebut, pelaku industri fesyen dinilai perlu semakin adaptif dalam memanfaatkan berbagai platform digital. Kehadiran teknologi memungkinkan merek lokal menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus bergantung pada toko fisik, sekaligus membuka peluang bagi usaha kecil untuk bersaing dengan pemain yang lebih besar melalui strategi konten yang relevan dan autentik.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda