Jakarta: Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) turut meningkatkan relevansi kemampuan bahasa Inggris di dunia kerja dan kehidupan sehari-hari.
Di tengah semakin luasnya kolaborasi lintas negara serta pesatnya perkembangan teknologi digital, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan. Di Indonesia, tantangan terbesar dalam belajar bahasa Inggris bukan hanya memahami grammar atau vocabulary, tetapi juga membangun rasa percaya diri untuk berbicara.
Banyak orang memahami teori dasar bahasa Inggris, namun masih kesulitan saat harus menggunakannya dalam percakapan sehari-hari maupun situasi profesional.
Rasa takut salah, keterbatasan waktu, hingga minimnya partner latihan menjadi hambatan yang umum dialami para pembelajar bahasa Inggris. Padahal, kemampuan speaking menjadi salah satu keterampilan yang paling dibutuhkan di dunia kerja modern, terutama di tengah meningkatnya tren kerja hybrid dan kolaborasi internasional.
Menjawab kebutuhan tersebut, Cakap menghadirkan Fluency AI, fitur pembelajaran berbasis AI yang dirancang untuk membantu pengguna meningkatkan kemampuan speaking bahasa Inggris secara lebih fleksibel dan interaktif. Melalui Fluency AI, pengguna dapat melakukan percakapan bahasa Inggris dengan AI kapan saja tanpa terikat jadwal tertentu. Fitur ini hadir sebagai pelengkap pembelajaran live class, sehingga pengguna memiliki lebih banyak kesempatan untuk berlatih secara mandiri sebelum berinteraksi langsung dengan tutor.
Fluency AI dilengkapi dengan sistem smart feedback yang memberikan evaluasi terkait grammar, pelafalan, serta rekomendasi vocabulary setelah sesi percakapan selesai. Pendekatan ini dirancang agar pengguna dapat berfokus pada kelancaran berbicara dan keberanian mengekspresikan ide tanpa terganggu oleh koreksi yang muncul di tengah percakapan. Selain itu, fitur ini juga menghadirkan ruang belajar yang lebih nyaman bagi pengguna yang masih merasa takut atau malu berbicara dalam bahasa Inggris. Dengan AI sebagai partner latihan, pengguna dapat berlatih secara mandiri dan bertahap membangun kepercayaan diri sebelum menghadapi percakapan nyata.
“Banyak pembelajar bahasa Inggris sebenarnya sudah memahami dasar-dasar bahasa, tetapi belum memiliki cukup kesempatan untuk berlatih berbicara secara konsisten. Melalui Fluency AI, kami ingin menghadirkan pengalaman latihan yang lebih mudah diakses, fleksibel, dan dapat membantu pengguna membangun kepercayaan diri sebelum berinteraksi dalam situasi nyata,” ujar David Yosuanto, Head of Product Cakap.
Keunggulan lainnya adalah fleksibilitas akses yang tersedia selama 24 jam setiap hari. Pengguna dapat belajar sesuai waktu luang masing-masing, baik di sela pekerjaan, setelah kuliah, maupun saat berada di perjalanan. Pendekatan ini dinilai lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan proses belajar praktis namun tetap efektif.
Tidak hanya mengandalkan teknologi, Fluency AI juga dikembangkan berdasarkan kurikulum yang disusun oleh tim edukasi Cakap untuk memastikan pengalaman belajar tetap terarah dan sesuai kebutuhan pengguna. Hadirnya teknologi AI dalam dunia pendidikan kini menjadi bagian dari transformasi pembelajaran digital yang semakin berkembang. Dalam pembelajaran bahasa, AI mampu membantu pengguna mendapatkan pengalaman praktik yang lebih intensif dan personal, terutama dalam meningkatkan kemampuan speaking yang membutuhkan konsistensi latihan.
Meski demikian, Cakap memandang AI bukan sebagai pengganti interaksi manusia dalam proses belajar. Percakapan di dunia nyata seringkali melibatkan konteks budaya, ekspresi, emosi, hingga dinamika komunikasi yang masih membutuhkan sentuhan manusia untuk dipahami secara utuh. Karena itu, Fluency AI dirancang sebagai pelengkap dalam ekosistem pembelajaran Cakap.
Setelah membangun kelancaran dan rasa percaya diri melalui latihan bersama AI, pengguna dapat melanjutkan proses belajar melalui sesi live class bersama tutor profesional untuk mengasah kemampuan komunikasi dalam konteks yang lebih nyata dan beragam.
“AI memiliki potensi besar untuk membuat proses belajar menjadi lebih personal dan mudah diakses. Namun kami percaya hasil belajar terbaik tetap lahir dari kombinasi antara teknologi dan pendampingan yang tepat. Karena itu, Fluency AI kami hadirkan untuk melengkapi pengalaman belajar bersama tutor, bukan menggantikannya,” tambah David.
Melalui inovasi ini, Cakap ingin menghadirkan pengalaman belajar bahasa Inggris yang lebih relevan dengan kebutuhan era digital sekaligus membantu masyarakat meningkatkan rasa percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Informasi lebih lanjut mengenai Fluency AI dapat diakses melalui halaman resmi Fluency AI Cakap.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan