Presiden Joko Widodo. Foto: Antara/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo. Foto: Antara/Wahyu Putro A

Jokowi Kesal Sekuritisasi Pendapatan Tol Jagorawi Lambat

Achmad Zulfikar Fazli • 31 Agustus 2017 10:49
medcom.id, Jakarta: Presiden Joko Widodo kesal proses penerbitan sekuritisasi hak atas pendapatan Tol Jagorawi berjalan lambat. Padahal, ia sudah memerintahkan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk segera merampungkan masalah itu tahun lalu.
 
"Sudah saya perintahkan setahun yang lalu, Menteri BUMN yang urus. Sembilan bulan saya tanya urusan yang ruwet di mana? enggak tahu. Saya tanya belum selesai? belum selesai," beber Jokowi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Sudirman, Jakarta, Kamis 31 Agustus 2017.
 
Sekuritisasi ini adalah menjual proyek infrastrutktur yang sudah rampung dibangun oleh BUMN kepada swasta. Hal itu dilakukan agar BUMN mendapatkan dana segar untuk bisa membangun proyek infrastruktur lainnya dengan cepat.

Setelah setahun menunggu, proses itu kini selesai. Ia berharap masalah keruwetan dalam proses penerbitan sekuritisasi tak lagi terulang.
 
"Saya harap setelah telur ini pecah, yang lain juga ada (penerbitan sukuritisasi). Tak hanya BUMN tapi swasta juga," tandas dia.
 
Jokowi menyebut, sekuritisasi sangat penting. Sebab, sekuritisasi dapat memacu masuknya arus modal dan akan mengurangi beban APBN.
 
Ia juga mengaku sudah menyampaikan kepada BUMN selayaknya jadi developer, bukan pemilik. Dengan begitu, pendapatan yang diterima pun lebih besar.
 
"Bangun jadi jual. Biar kita miliki, kalau bangun tol miliki setiap bulan dapat income senangnya. Bangun 100, jual 150. Dapat uang bangun, jual lebih panjang lagi tol-nya," kata dia.
 
Kepala Negara ingin langkah ini juga diikuti oleh perusahaan swasta. Sebab, kata dia, sekuritas ini bukan hanya untuk pemerintah dan BUMN, tapi juga bisa untuk swasta. Pasalnya, ini bisa meningkatkan efisiensi dan memacu arena investasi ke daerah.
 
(Baca juga: Sekuritisasi Pendapatan Tol Jagorawi Disebut 'Pecah Telor')
 

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan