Nilai Tukar Rupiah Pengaruhi Penjualan Properti
Ilustrasi. (FOTO: MI/Sumaryanto)
Jakarta: PT Bakrieland Development Tbk optimistis menghadapi target perseroan tahun depan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Presiden Direktur & CEO Bakrieland Ambono Januarianto memaparkan ada beberapa faktor yang memengaruhi penjualan properti, seperti angka pertumbuhan ekonomi dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD).

"Sebagian penjualan kita dibiayai kredit bank. Nah selama 2018 kita cenderung mengalami depresiasi rupiah yang cukup besar, sekitar 12 persen. Artinya, tentu ada cost push dari biaya pembangunan kita, walau kita banyak pakai rupiah (untuk biaya produksi), tapi ada komponen yang sifatnya terikat dengan perkembangan nilai tukar rupiah terhadap USD," papar Ambono dalam diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 19 November 2018.

Kenaikan bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate oleh Bank Indonesia (BI) sebanyak 25 basis poin (bps) menjadi enam persen, juga membuat perusahaan dengan kode emiten ELTY ini berhati-hati.

"Kenaikan ini bikin kita hati-hati juga, walau kenyataannya ada tren suku bunga bank menurun walau BI rate naik. Nah ini bisa membantu pembiayaan baik korporasi maupun individu," tambahnya.

Lebih lanjut, Ambono mengamati ada tren penurunan harga transaksi penjualan rumah dan apartemen pada periode 2015-2016. Kenaikan harga kemudian dilakukan pengembang pada 2018 guna mengompensasi biaya produksi, namun gagal meningkatkan penjualan.

"Alhasil harga properti turun lagi di kuartal III-2018," pungkasnya.

 

(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id