Ilustrasi -- FOTO: MI/RAMDANI
Ilustrasi -- FOTO: MI/RAMDANI

Bantu Anak Usaha, Smart Jaminkan Aset USD200 Juta

Dian Ihsan Siregar • 23 Juni 2015 17:22
medcom.id, Jakarta: PT Smart Tbk (SMAR) telah menandatangani perjanjian pemberian uang muka atau transaksi penjualan kepada anak usaha perseroan, Golden Agri-Resources Ltd (GAR) pada 19 Juni 2015.

Wakil Direktur Utama Smart Jimmy Pramono menjelaskan, atas pemberian uang muka ini, perseroan bersedia menyediakan penjaminan aset berupa persediaan dengan nilai maksimum sebesar USD200 juta, dengan security margin maksimum sebesar 125 persen.

"GAR merupakan perusahaan yang tercatat di Singapore Exchange, di mana aktivitas utamanya bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, pengelolaan tandan buah segar menjadi CPO dan palm kernel serta penyulingan CPO menjadi minyak goreng, margarin, dan shortening," kata dia seperti dikutip dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/6/2015).

GAR adalah pihak afiliasi dari perseroan dan merupakan ultimate shareholder perseroan serta adanya kesamaan anggota manajemen keduanya yakni Franky Widjaja yang merupakan Komisaris Utama yang juga CEO GAR. Muktar Widjaja menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama perseroan sekaligus Direktur dan President GAR dan Bapak Rafael B Concepcion Jr yang menjabat sebagai Komisaris perseroan sekaligus Direktur Eksekutif dan Chief Financial Officer GAR.

Alasan dan pertimbangan perseroan melakukan transaksi antara lain untuk perkembangan bisnis hilir perseroan membutuhkan dukungan pembiayaan yang lebih kompetitif dapat memberikan marjin bisnis hilir yang lebih optimal di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.

Kemudian likuiditas ketersediaan pendanaan USD di Indonesia lebih terbatas dibandingkan dengan di beberapa negara tertentu dan transaksi afiliasi akan dibebankan tingkat bunga sebesar LIBOR+3 persen per tahun.

"Lalu tingkat bunga tersebut lebih kompetitif dibandingkan dengan rata-rata tingkat bunga pinjaman kredit modal kerja yang ditawarkan perbankan dalam negeri, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat secara finansial bagi perseroan," jelas dia.

Nilai penjaminan aset sebesar USD200 juta, atau setara dengan maksimum 31 persen dari ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan per akhir 2014. "Sehingga tidak memerlukan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham sebagaimana diatur dalam peraturan IX.E.2," pungkasnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan