Ilustrasi Gedung BEI. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Ilustrasi Gedung BEI. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Ingin ke BUKU II, Bank Kesejahteraan Ekonomi Bidik Dana IPO Rp600 Miliar di 2018

Dian Ihsan Siregar • 13 Januari 2017 12:41
medcom.id, Jakarta: ‎PT Bank Kesejahteraan Ekonomi atau BKE bakal mencari modal Rp600 miliar melalui jalur penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di pasar‎ modal pada 2018.

Direktur Utama Bank Kesejahteraan Ekonomi Sasmaya Tahuleley‎ mengatakan, perjalanan IPO di pasar modal, mempunyai tujuan yang baik bagi perseroan untuk ke depannya, khususnya meningkatkan kategori menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) II dengan modal inti kisaran Rp1 triliun-Rp5 triliun.‎ Pada saat ini BKE masih berada di kategori bank BUKU I.

"Kami mau IPO untuk masuk ke BUKU II, di mana target raihan dana IPO pada kisaran Rp500 miliar hingga Rp600 miliar," ucap Sasmaya, ‎ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat (13/1/2017).

Pelepasan saham ini, tutur Sasmaya, direncanakan akan mencapai 40 persen. Adapun pemegang saham BKE terdiri dari beberapa perusahaan yaitu PT Taspen, Dana Pensiun PT Jasindo, PT Recapital Advisor, dan lainnya.

"Kami harap nantinya melepas saham sampai 40 persen, kalau pemegang saham mau nambah (modal) ya tambah bagus untuk Bank BKE," ungkap Sasmaya.

Di akhir 2016, ‎aset Bank BKE mencapai Rp3,17 triliun. Penyaluran kredit mencapai sebesar Rp2,27 triliun, dengan nilai laba bersih Rp44,44 miliar.

Sekadar informasi, BKE berencana menjalankan aksi korporasi kembali di pasar modal di tahun ini, dengan cara menerbitkan obligasi Rp500 miliar. Manajemen telah menerbitkan subdet sebesar Rp170 miliar. Karena, aksi korporasi melalui subdebt direspons positif oleh pelaku pasar (investor).

"Hari ini, kami (BKE) telah resmi mencatatkan subdebt di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencananya, kami juga akan me-launching obligasi lagi sebesar Rp500 miliar pada tahun ini. Kami harapkan, penerbitan obligasi nanti akan disambut baik oleh investor nantinya," ucap Sasmaya.

Sasmaya mengaku, pada saat ini perusahaan sedang mempersiapkan segala persyaratan penerbotan obligasi. Setidaknya prosesnya akan selesai di tahun ini. ‎ "Sedang kami persiapkan, diharapkan obligasi itu bisa kelar di semester II tahun ini. Adapun tenor-nya nanti mungkin di 3-5 tahun," ujar Sasmaya.

Selain buat penambahan modal perusahaan, bilang Sasmaya, dana hasil emisi obligasi juga akan digunakan untuk mendukung kredit di tahun ini.‎

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan