Sandiaga mengatakan bahwa pendirian ASLI ini menjadi momentum untuk mendorong industri asuransi syariah agar tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga semakin mudah diakses masyarakat.
“Hari ini kita menyaksikan momentum yang sangat penting dalam memperkuat financial protection dan Islamic financial ecosystem implementation di Indonesia,” ujar Sandiaga pada Jumat, 18 September 2026.
Sandiaga juga mengatakan bahwa perlindungan keuangan penting untuk menghadapi kondisi yang penuh ketidakpastian, termasuk bagi para pengusaha. Menurutnya, asuransi bukan hanya soal mempersiapkan kemungkinan terburuk, tetapi juga memastikan masyarakat siap menghadapi berbagai kondisi yang mungkin terjadi.
"Protection is about preparing for uncertainty," lanjutnya.
Baca Juga :
AXA Sharia Life Insurance (ASLI) Resmi Hadir, Bidik Perluasan Akses Perlindungan Syariah di Indonesia
ASLI Diminta Hadirkan Produk Simple dan Affordable
Dalam sambutannya, Sandiaga menyoroti pentingnya inklusi dalam pengembangan ekonomi syariah. Menurutnya, perlindungan tidak boleh hanya menyasar masyarakat dengan aset besar, tetapi juga harus menjangkau UMKM dan pelaku usaha mikro dengan produk yang mudah dipahami serta terjangkau.
"Proteksi syariah ini harus bukan hanya accessible tapi affordable. Produk-produknya AXA dan ASLI harus affordable dan simple," katanya.
Senada dengan Sandiaga, Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Fawzi Arfan, menilai industri asuransi syariah masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Fawzi juga menegaskan bahwa pertumbuhan industri syariah tidak seharusnya hanya dilihat dari banyaknya premi yang berhasil dihimpun, tapi dari risiko dan manfaat bagi para peserta.
"Pada saat kita berbicara tentang syariah, perbedaan yang paling utamanya itu from concept point of view bukan risk transfer, tapi risk sharing," ujar Fawzi. (Wisa Irena Br Sitepu)