Distribusi BBM Pertamina. Foto: Pertamina
Distribusi BBM Pertamina. Foto: Pertamina

Pascagempa NTT, Pertamina Pastikan 56 SPBU di Pulau Flores Sudah Normal

Annisa ayu artanti • 22 Agustus 2026 11:28
Ringkasnya gini..
  • Seluruh 56 SPBU di Pulau Flores telah kembali beroperasi 100 persen setelah gempa NTT pada 15 Agustus 2026.
  • Pertamina mengerahkan 33 mobil tangki untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM di wilayah Flores pascagempa.
  • Pasokan energi di Flores terus dipantau untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan proses pemulihan pascabencana.
Jakarta: Aktivitas pengisian bahan bakar di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai kembali normal setelah gempa bumi yang melanda wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026. Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh 56 SPBU di Pulau Flores kini telah beroperasi 100 persen.
 
Pulihnya operasional SPBU menjadi salah satu bagian penting dalam masa tanggap dan pemulihan pascabencana. Sebab, ketersediaan bahan bakar dibutuhkan untuk menjaga mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga mendukung penanganan di wilayah terdampak.
 
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan seluruh SPBU di Pulau Flores telah kembali melayani masyarakat. Kondisi kelistrikan di SPBU juga berangsur normal sehingga sebagian besar tidak lagi mengandalkan genset.

“Seluruh SPBU di Pulau Flores saat ini sudah kembali beroperasi. Ini merupakan hasil dari kerja cepat dan kolaboratif seluruh tim, mulai dari pemulihan sarana dan fasilitas, pembukaan akses distribusi, hingga penerapan skema alih suplai untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Kitty dalam keterangan tertulis, Sabtu, 22 Agustus 2026.
 
Baca juga: Pertamina Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, dari Sembako hingga Pendampingan Trauma

56 SPBU di Flores Sudah Beroperasi

Operasional 56 SPBU tersebut tersebar di delapan kabupaten, yakni Ngada sebanyak 6 SPBU, Manggarai 8 SPBU, Manggarai Timur 6 SPBU, Manggarai Barat 8 SPBU, Sikka 12 SPBU, Flores Timur 7 SPBU, Ende 5 SPBU, dan Nagekeo 4 SPBU. 
 
Dengan demikian, tidak terdapat lagi SPBU yang berstatus belum operasional. Lebih lanjut Kitty mengatakan pemulihan operasional SPBU dilakukan bersamaan dengan percepatan normalisasi jalur distribusi BBM.
 
“Pertamina mengerahkan dukungan armada untuk mempercepat pemulihan distribusi. Sebanyak 33 unit mobil tangki diperbantukan ke sejumlah titik terdampak, sementara dukungan Awak Mobil Tangki juga dikerahkan dari berbagai wilayah untuk memastikan kegiatan distribusi dapat terus berjalan”, jelas Kitty.
 
Pertamina juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, serta konsumen industri, untuk memastikan kebutuhan energi bagi penanganan bencana dan aktivitas masyarakat dapat terpenuhi.
 
“Pemulihan layanan energi bukan hanya mengenai memastikan SPBU kembali buka, tetapi juga memastikan rantai pasok di belakangnya terus bergerak. Karena itu, kami akan terus menjaga ketersediaan stok, memperkuat distribusi, dan menyesuaikan pola suplai dengan kondisi lapangan sampai seluruh aktivitas energi di wilayah terdampak benar-benar kembali normal,” tutur Kitty.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan