Ilustrasi BBM Pertamina di SPBU. Foto: MI.
Ilustrasi BBM Pertamina di SPBU. Foto: MI.

Harga BBM di Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo Masih Bertahan per 15 Juni 2026

Arif Wicaksono • 15 Juni 2026 17:24
Jakarta: Masyarakat yang berencana mengisi bahan bakar pada awal pekan ini belum perlu khawatir dengan perubahan harga. Hingga Senin 15 Juni 2026, seluruh operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih mempertahankan harga BBM yang berlaku sejak penyesuaian terakhir pada 10 Juni 2026.
 
Dengan kata lain, harga bahan bakar di jaringan SPBU Pertamina, Shell, BP-AKR, maupun Vivo masih berada pada level yang sama seperti pekan lalu. Penyesuaian terakhir yang dilakukan para operator terutama menyasar produk diesel, sementara hingga pertengahan Juni belum ada pengumuman kenaikan maupun penurunan harga baru.
 
Di SPBU Pertamina, harga BBM bersubsidi dan non-subsidi tetap tidak berubah. Solar masih dijual Rp6.800 per liter dan Pertalite Rp10.000 per liter. Untuk produk non-subsidi, Pertamax dibanderol Rp16.250 per liter, Pertamax Green Rp17.000 per liter, serta Pertamax Turbo Rp20.750 per liter.

Sementara itu, Dexlite dijual Rp23.000 per liter dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.
Sementara itu, Shell juga masih mempertahankan harga produknya. Shell V-Power Diesel saat ini dipasarkan seharga Rp24.490 per liter. Namun, konsumen masih belum dapat menemukan produk Shell Super, Shell V-Power, maupun Shell V-Power Nitro+ karena ketiga jenis BBM tersebut belum tersedia di jaringan SPBU Shell hingga saat ini.
 
Kondisi serupa juga terjadi di BP-AKR. Operator ini masih memberlakukan harga yang sama untuk seluruh produknya, dengan BP 92 dijual Rp16.670 per liter, BP Ultimate Rp17.240 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp25.060 per liter.
 
Adapun di SPBU Vivo, harga Revvo 95 tetap berada di level Rp17.240 per liter, sedangkan Diesel Primus dijual Rp25.060 per liter. Untuk produk Revvo 92, ketersediaannya masih belum ada hingga saat ini.
 
Belum berubahnya harga BBM di berbagai SPBU menunjukkan bahwa para operator masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari sejumlah faktor yang memengaruhi biaya energi, seperti pergerakan harga minyak mentah dunia, kondisi geopolitik global, serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
 
Dengan harga yang masih stabil, masyarakat dapat memperkirakan pengeluaran bahan bakar tanpa adanya tambahan beban biaya setidaknya hingga pertengahan Juni 2026.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan