CEO Media Group Mohammad Mirdal saat membuka acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia. Foto: Tangkapan layar siaran YouTube Metro TV.
CEO Media Group Mohammad Mirdal saat membuka acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia. Foto: Tangkapan layar siaran YouTube Metro TV.

CEO Media Group Ungkap 4 Kunci Ekonomi Indonesia Tetap Kebal di Tengah Gejolak Global

Annisa ayu artanti • 03 September 2026 17:18
Ringkasnya gini..
  • CEO Media Group menyoroti empat agenda untuk menjaga daya tahan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
  • Empat agenda tersebut mencakup stabilitas keuangan, fiskal, investasi dan hilirisasi, serta transisi energi.
Jakarta: Ketidakpastian ekonomi global masih menjadi tantangan bagi Indonesia. Geopolitik yang memanas, harga energi dan komoditas yang bergerak fluktuatif, perubahan kebijakan moneter global, hingga fragmentasi perdagangan membuat Indonesia perlu memperkuat fondasi ekonomi dari dalam negeri.

CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib menilai ada empat agenda utama yang perlu berjalan beriringan untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional. 
Keempatnya mencakup stabilitas sektor keuangan, kebijakan fiskal, investasi dan hilirisasi, serta transisi energi dan proyek strategis.

"Tema yang kita angkat hari ini adalah di tengah gelombang global, menjaga daya tahan ekonomi nasional. Tema ini kita anggap sangat relevan dengan kondisi perekonomian kita saat ini," ucap Mirdal dalam sambutan pembukaan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia bertema "Berlayar di Tengah Gelombang Global, Menjaga Daya Tahan Ekonomi Nasional" yang diselenggarakan Metro TV di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 3 September 2026.

Menurut Mirdal, kondisi global yang penuh ketidakpastian membuat kebijakan ekonomi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan kerangka yang saling terhubung agar perekonomian tetap mampu menghadapi tekanan eksternal.

"Untuk terus berlayar dengan aman di tengah kecamuk gelombang global ini, ada empat agenda utama yang perlu ditempatkan dalam satu kerangka kebijakan yang terintegrasi dan saling terhubung," ujar dia.

Jaga Likuiditas dan Stabilitas Sektor Keuangan

Agenda pertama yang disoroti Mirdal adalah likuiditas dan stabilitas sektor keuangan. Menurut dia, kebijakan moneter dan nilai tukar perlu terus dijaga agar likuiditas tetap tersedia dan penyaluran kredit dapat mengalir secara optimal ke sektor-sektor produktif.

Hal ini penting karena ketidakpastian global berpotensi membuat pelaku usaha maupun sektor keuangan lebih berhati-hati. Jika likuiditas tetap terjaga, sektor produktif memiliki ruang lebih besar untuk memperoleh pembiayaan dan mempertahankan aktivitas ekonominya.

Kebijakan Fiskal Harus Kredibel dan Produktif

Mirdal menilai ruang fiskal harus dikelola secara disiplin, tetapi pada saat yang sama tetap diarahkan untuk menghasilkan dampak ekonomi yang nyata.

Belanja pemerintah, menurut dia, perlu difokuskan pada program yang dapat menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kapasitas ekonomi dalam jangka panjang.

Artinya, tantangan pemerintah bukan hanya menjaga agar defisit dan pembiayaan tetap terkendali, tetapi juga memastikan setiap ruang fiskal yang tersedia memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian.

Investasi dan Hilirisasi Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Investasi dan hilirisasi menjadi agenda ketiga yang dinilai penting untuk memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia. Mirdal menyebut realisasi investasi pada semester I-2026 telah mencapai lebih dari Rp1.010 triliun. Dari angka tersebut, sekitar Rp300 triliun masuk ke sektor hilirisasi.

"Ini menjadi bukti nyata pentingnya penciptaan mesin pertumbuhan baru ke depan," kata Mirdal.

Menurutnya, investasi tidak cukup hanya mengejar nilai penanaman modal. Investasi juga perlu menghasilkan efek yang lebih luas bagi perekonomian domestik.

Transisi Energi dan Proyek Strategis Perlu Diperkuat

Di samping itu, Mirdal juga melihat investasi pada teknologi energi hijau menjadi salah satu kunci untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan efisiensi dalam jangka panjang.

Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dalam skala besar menjadi bagian dari agenda tersebut. Salah satunya melalui target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 GWp.

Transisi energi tidak hanya berkaitan dengan upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Penguatan kapasitas energi baru juga menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan ekonomi ketika harga energi global mengalami perubahan.

Mirdal berharap Sarasehan 100 Ekonom Indonesia dapat menjadi ruang dialog antara pengambil kebijakan, pemangku kepentingan, dan kalangan akademisi.

Forum tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembahasan kondisi ekonomi, tetapi menghasilkan rekomendasi yang dapat digunakan untuk menentukan arah kebijakan nasional.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan