Ilustrasi SPBU Pertamina. Foto: Dokumen Pertamina
Ilustrasi SPBU Pertamina. Foto: Dokumen Pertamina

Distribusi BBM di Kalbar Mulai Kondusif, Pertamina Tambah Suplai hingga 140%

Annisa ayu artanti • 23 Maret 2026 15:07
Ringkasnya gini..
  • Pertamina tambah suplai BBM hingga 140% dan operasikan terminal 24 jam.
  • Distribusi diperkuat untuk atasi antrean di SPBU Pontianak dan Kubu Raya.
  • Masyarakat diimbau beli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap lancar.
Jakarta: Kondisi distribusi dan pelayanan bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Barat mulai menunjukkan perbaikan. Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan pasokan BBM, khususnya di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, kini berangsur kondusif setelah dilakukan berbagai penguatan distribusi di lapangan.
 
Upaya tersebut dilakukan secara intensif guna menjaga ketersediaan energi sekaligus memastikan pelayanan di SPBU tetap berjalan optimal, terutama di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.
 
Sebagai langkah percepatan, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan sejumlah strategi. Integrated Terminal Pontianak kini dioperasikan selama 24 jam penuh untuk mendukung kelancaran distribusi.

Selain itu, suplai BBM juga ditingkatkan hingga mencapai 140 persen dari kondisi normal. Pertamina turut menambah armada mobil tangki serta meningkatkan frekuensi pengiriman ke SPBU prioritas.
 
Distribusi juga diperkuat melalui pengawalan mobil tangki oleh aparat kepolisian (patwal) untuk memastikan penyaluran berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
 
Baca juga: Penimbunan BBM bisa Ganggu Distribusi hingga Risiko Sosial

Pertamina pastikan stok BBM aman

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Edi Mangun menegaskan bahwa penguatan distribusi dilakukan secara menyeluruh.
 
“Kami menegaskan bahwa suplai BBM di Kalimantan Barat terus kami tambah dan distribusikan secara maksimal. Dengan berbagai upaya percepatan yang dilakukan, kondisi saat ini mulai berangsur kondusif. Namun demikian, apabila dalam waktu singkat kembali habis dan antrean terjadi, maka hal tersebut menjadi indikasi adanya pola konsumsi yang tidak wajar yang perlu kita tangani bersama,” ujar Edi dalam keterangan tertulis, Senin, 23 Maret 2026.
 
Selain distribusi, Pertamina juga melakukan penguatan di sisi layanan SPBU. Salah satunya dengan mengaktifkan tambahan nozzle yang sebelumnya belum beroperasi.
 
Tak hanya itu, optimalisasi sistem pembelian juga dilakukan melalui percepatan aktivasi QR Code agar distribusi BBM lebih tepat sasaran.
 
Pertamina juga tengah mengevaluasi opsi penyaluran tambahan untuk membantu mengurai antrean di sejumlah titik.

Antrean masih terjadi, ini penyebabnya

Meski kondisi mulai membaik, antrean masih terjadi di beberapa SPBU. Hal ini disebabkan oleh konsentrasi konsumsi yang tidak merata.
 
Dalam beberapa kasus, BBM yang telah disalurkan dalam jumlah besar bisa habis dalam waktu singkat akibat lonjakan permintaan yang tidak sepenuhnya normal.
 
Untuk menjaga distribusi tetap adil, Pertamina bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum terus memperkuat koordinasi.
 
Langkah ini mencakup sosialisasi kepada masyarakat hingga penindakan terhadap praktik penimbunan dan aktivitas spekulan yang berpotensi mengganggu distribusi.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan