Bank berkode emiten BMRI ini mencatatkan penyaluran kredit bank only sebesar Rp1.592 triliun per Juni 2026 atau tumbuh 19,9 persen secara year on year (YoY), melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri yang sebesar 12,7 persen YoY per Juni 2026, menurut data Bank Indonesia (BI).
Bank Mandiri juga mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) bank only tercatat sebesar Rp1.710 triliun atau tumbuh 17,1 persen YoY, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK industri yang sebesar 10,2 persen YoY pada periode yang sama. Pertumbuhan DPK dikontribusikan oleh meningkatnya aktivitas dan volume transaksi nasabah di seluruh ekosistem Bank Mandiri.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit ini turut mendorong aktivitas ekonomi di seluruh rangkaian ekosistem perekonomian nasional.
Pada ekosistem pemerintahan dan BUMN, penyaluran kredit tercatat sebesar Rp489 triliun per Juni 2026 atau tumbuh 41,6 persen YoY melalui pembiayaan proyek strategis, infrastruktur, energi, pertahanan, hingga layanan publik.
Sementara itu, pada ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kerakyatan, penyaluran kredit usaha mikro tumbuh 15,7 persen YoY menjadi Rp31,3 triliun.
"Ekosistem-ekosistem ini saling melengkapi dan turut menopang penyaluran program prioritas nasional, mulai dari pembiayaan proyek strategis pemerintah, penguatan daya saing pelaku usaha, hingga perluasan akses finansial bagi UMKM dan masyarakat. Ini mencerminkan komitmen Bank Mandiri untuk terus hadir sebagai ekosistem penggerak ekonomi negeri, dari kota besar hingga ke pelosok daerah," ujar Riduan dikutip dari Public Expose Kuartal II 2026 Bank Mandiri, di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
| Baca juga: Tetap Gratis! Bank Mandiri Batalkan Biaya Tarik Tunai Tanpa Kartu |
Direktur Commercial Banking Bank Mandiri Totok Priyambodo mengatakan, outstanding kredit komersial tercatat mencapai Rp343 triliun per Juni 2026 atau meningkat 15,1 persen YoY.
"Kami terus mengarahkan pembiayaan kepada sektor-sektor yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian nasional, termasuk perkebunan, hilirisasi, transportasi dan logistik, energi, serta berbagai sektor produktif lainnya. Dengan pendekatan tersebut, kami berharap pertumbuhan kredit tidak hanya mendorong ekspansi usaha nasabah, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi nasional secara lebih merata," tutur Totok.
Pertumbuhan kredit, termasuk pada segmen UMKM dan komersial, merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam memperkuat fungsi intermediasi dan mendukung aktivitas usaha nasabah.
Komitmen ini turut diwujudkan melalui pemberian suku bunga kredit yang relatif ringan dan kompetitif. Hal tersebut tercermin dari NIM Bank Mandiri yang tercatat sebesar 4,37 persen per Juni 2026, dibandingkan 4,63 persen pada Juni 2025.
Sementara itu, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menambahkan, Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Gross bank only terjaga di level 0,98 persen atau membaik 10 bps YoY.
Sejalan dengan itu, Cost of Credit (CoC) juga menurun menjadi 0,52 persen per Juni 2026 atau membaik 1 bps YoY, mencerminkan kualitas penyaluran kredit yang tetap terjaga di tengah pertumbuhan bisnis. Ketahanan tersebut semakin diperkuat oleh pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage Ratio bank only sebesar 242 persen, sehingga memberikan ruang yang kuat bagi perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan sekaligus menjaga resiliensi terhadap dinamika pasar ke depan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda