Titik api di beberapa daerah sudah berhasil dipadamkan. Namun, masalah belum benar-benar selesai karena asap masih muncul di sejumlah lokasi.
Titik api di beberapa daerah sudah berhasil dipadamkan. Namun, masalah belum benar-benar selesai karena asap masih muncul di sejumlah lokasi.

Karhutla Sumatra Mulai Terkendali, Tapi Asap Masih Jadi Masalah

Arif Wicaksono • 25 Agustus 2026 12:49

Jakarta: Kabar baik datang dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra. Titik api di beberapa daerah sudah berhasil dipadamkan. Namun, masalah belum benar-benar selesai karena asap masih muncul di sejumlah lokasi.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dikutip dari infopublik mengatakan kondisi karhutla di sejumlah wilayah Sumatra relatif terkendali. Hal itu disampaikan setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Riau dan Sumatra Selatan pada Senin, 24 Agustus 2026.

Sebelum ke Sumatra, Prabowo juga mengunjungi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada Sabtu, 22 Agustus 2026, untuk memantau langsung penanganan karhutla.

Di Sumatra, Prabowo memimpin rapat koordinasi di Pekanbaru, Riau, kemudian melanjutkan kunjungan ke Palembang, Sumatra Selatan. Rapat di Palembang juga terhubung secara daring dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jambi dan Lampung.

Dari laporan yang diterima pemerintah, beberapa wilayah sudah bebas dari titik api. Meski begitu, asap masih terlihat di sejumlah kawasan.

Penyebabnya bukan cuma kebakaran baru. Kondisi lahan gambut membuat api bisa bertahan di bawah permukaan dan kembali menghasilkan asap. Selain itu, keberadaan batu bara di sejumlah wilayah juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.

“Beberapa dilaporkan sudah tidak ada titik api tetapi memang masih ada asap yang terus muncul karena ini kan ada lahan gambut, ada juga tadi dilaporkan karena ada batubara juga di wilayah-wilayah terutama di Sumatra,” ujar Prasetyo.

Bukan Cuma Padamkan Api

Presiden Prabowo meminta seluruh jajaran tidak berhenti setelah titik api berhasil dipadamkan. Area yang masih terdampak harus segera dituntaskan, sementara pemerintah pusat siap memberikan tambahan dukungan jika petugas di lapangan membutuhkannya.

Di sisi lain, pemerintah juga menyoroti pentingnya mencegah kebakaran sebelum kejadian.

Prabowo mengapresiasi upaya Forkopimda di Riau dan Sumatra Selatan yang melibatkan masyarakat, pelaku usaha, hingga pemilik perkebunan dalam pencegahan karhutla.

Intinya, penanganan karhutla tidak bisa hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Semua pihak perlu bergerak sejak awal untuk mengurangi risiko kebakaran.

“Bergotong royong, bersama-sama dengan seluruh masyarakat, bersama-sama dengan pelaku usaha, pemilik perkebunan untuk bersama-sama mengantisipasi sejak di awal tahun,” kata Prasetyo.

El Nino Bikin Pemerintah Harus Ekstra Waspada

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan karena tahun ini Indonesia diprediksi menghadapi fenomena El Nino yang cukup kuat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekeringan dan membuat lahan lebih mudah terbakar.

Karena itu, pemerintah daerah bersama aparat dan berbagai pihak terus melakukan langkah antisipasi untuk mencegah aktivitas yang berpotensi memicu karhutla.

Pemerintah berharap penanganan karhutla di Sumatra, Kalimantan, dan wilayah lainnya bisa segera dituntaskan. Dengan begitu, masyarakat yang terdampak asap maupun kebakaran bisa kembali beraktivitas secara normal.

“Semoga semua karhutla baik di Kalimantan maupun di Sumatra, dan di seluruh wilayah tanah air dapat bisa segera kita selesaikan sehingga masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan normal,” pungkas Prasetyo.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan