Jakarta: Program bantuan sosial tunai (bansos tunai/BST) belum juga diterima masyarakat hingga saat ini. Pemerintah menjanjikan akan mencairkannya Juni. Faktanya, belum ada kepastian menjelang akhir Juni.
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengaku anggaran untuk BST masih tertahan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sementara dari pihak Kemenkeu dalam informasi terakhirnya mengaku masih melakukan pembahasan.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira melihat ada dua hal kemungkinan penyebab BST belum kunjung cair. Pertama, faktor alokasi anggaran yang tidak tepat. Bhima melihat pembangunan infrastruktur yang tidak terlalu penting terus berlanjut.
Selain itu, Bhima menyoroti belanja pegawai tetap tinggi dan beberapa pengeluaran yang seharusnya tidak mendesak. Misalnya, anggaran perjalanan dinas dan rapat work from Bali bagi ASN. "Seharusnya fokus dulu pada dua aspek, yakni masalah penanganan pandemi dan perlindungan sosial," ujar Bhima, saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 24 Juni 2021.
Jika pemerintah terlalu terburu-buru memangkas bansos, daya beli masyarakat kelas bawah akan sulit bangkit. Hal ini berpotensi menimbulkan ketimpangan besar antara kemampuan daya beli masyarakat kelas bawah dengan kelas atas.
"Akibat lambatnya BST, selain angka kemiskinan sulit ditekan, juga semakin melebarnya ketimpangan antara 20 persen kelompok pengeluaran teratas dan 40 persen kelompok paling bawah," ujarnya.
Selain itu, Bhima melihat adanya masalah pelebaran defisit anggaran yang memaksa pemerintah melakukan penyesuaian anggaran. Hal ini bisa dilihat dari indikasi alokasi anggaran perlindungan sosial turun sebesar 31,2 persen dibandingkan dengan realisasi pada 2020.
Secara spesifik, realisasi penyerapan bansos per April 2021 hanya tumbuh 0,1 persen. Angka itu lebih rendah dari pertumbuhan bansos pada 2020 yang naik 13,7 persen secara tahun ke tahun (yoy). "Sementara proyeksi rasio pajak akan menurun di bawah 8,1 persen tahun ini. Berarti ini pertanda pemerintah sedang alami defisit APBN yang cukup parah," kata Bhima.
Jika kedua hal itu tidak segera dibenahi, tidak menutup kemungkinan penyaluran BST akan kembali tertunda. "Bisa jadi akan lambat meskipun belum dipastikan kapan cairnya," pungkas Bhima.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan