Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Dokumen Kementerian BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Dokumen Kementerian BUMN

Erick Thohir Dorong BUMN Akselerasi UMKM Naik Kelas

Annisa ayu artanti • 09 Agustus 2022 09:53
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong perusahaan-perusahaan BUMN untuk meningkatkan akselerasi dalam membantu UMKM naik kelas.
 
Bantuan kepada UMKM tersebut bisa melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga platform Pasar Digital (PaDi) UMKM. Hingga saat ini, kontribusi bank-bank pelat merah atau (Himbara) terhadap KUR nasional sudah mencapai Rp260 triliun atau 92,4 persen dari total KUR yang sebesar Rp282 triliun.
 
Sementara, Padi UMKM sebagai jembatan untuk mempertemukan UMKM ke dalam ekosistem pengadaan BUMN telah mencapai total nilai transaksi Rp18 triliun bersama 12.960 UMKM per kuartal II-2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, porsi pembiayaan untuk UMKM di Indonesia baru sekitar 20 persen atau masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Singapura yang sudah sebesar 39 persen, Malaysia dan Thailand yang sebesar 50 persen, atau dengan Jepang yang mencapai 65 persen dan Korea Selatan dengan 80 persen.
 
"Pak Presiden bertekad pembiayaan perbankan sektor UMKM dapat  mencapai 30 persen pada 2024 dan terus meningkat hingga 50 persen," katanya melalui keterangan tertulis, Selasa, 9 Agustus 2022.
 
Oleh karena itu, sebagai agen pembangunan dan salah satu kontributor utama dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi, perusahaan-perusahaan pelat merah harus berpihak kepada UMKM.
 
"Keberpihakan kepada UMKM menjadi bagian terpenting dalam upaya Indonesia membangun ekonomi kerakyatan," ujar Erick.

UMKM sumbang 62% dari PDB

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) jumlah UMKM di Tanah Air mencapai sekitar 65 juta pelaku dan menyumbang 62 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau senilai Rp 8.574 triliun. "Jangan lupa, UMKM sukses menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar yakni sekitar 97 persen dari daya serap dunia usaha pada 2020," imbuh Erick
 
Erick juga menilai pertumbuhan ekonomi yang besar akan terasa percuma jika tak diiringi dengan peningkatan daya saing di sektor UMKM.
 
"Kementerian BUMN memprediksi total aset BUMN telah mencapai sekitar Rp9.000 triliun di 2021 atau sekitar 53 persen dari PDB. BUMN yang sehat membantu mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berbasis adil dan makmur. Masyarakat yang makmur mampu meningkatkan perekonomian Indonesia," pungkasnya.

 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif