Namun, bagi pengguna yang baru mulai rutin naik KRL, berbagai istilah tersebut bisa terdengar membingungkan. Apalagi, satu lintasan tidak selalu disebut berdasarkan nama stasiun tujuan, pengguna KRL juga kerap menyebutnya berdasarkan warna lintasan.
Berbagai istilah tersebut pada dasarnya membantu pengguna dan operator membicarakan perjalanan kereta dengan lebih singkat. KAI Commuter sendiri menggunakan sejumlah istilah tersebut dalam informasi resminya.
Istilah-Istilah KRL
Berikut beberapa istilah-istilah atau ungkapan yang sering digunakan anker (anak kereta):Commuter line: nama layanan kereta komuter yang dioperasikan KAI Commuter
Red Line: commuter line lintas Bogor
Blue Line: commuter line lintas Cikarang
Green Line: commuter line lintas Rangkasbitung/Serpong–Tanah Abang.
Brown Line: commuter line lintas Tangerang–Duri.
Pink Line: commuter line lintas Tanjung Priok–Jakarta Kota.
Transit: berpindah KRL di stasiun tertentu untuk melanjutkan perjalanan
Loop Line: jalur atau rute kereta yang melingkar atau melewati lintas lingkar Jakarta
Stamformasi / SF8, SF10, SF12: jumlah kereta dalam satu rangkaian KRL. Misalnya, SF12 berarti satu rangkaian terdiri atas 12 kereta.
Stasiun integrasi: stasiun yang terhubung dengan moda transportasi lain
KRL feeder: layanan pengumpan untuk menghubungkan perjalanan tertentu
Headway: jarak waktu antara perjalanan kereta satu dengan perjalanan berikutnya
Tap in/tap out: proses transaksi/validasi saat masuk dan keluar area layanan
Kartu Multi Trip (KMT): kartu uang elektronik milik KAI Commuter untuk transaksi perjalanan
(Wisa Irena Br Sitepu)