Chief Executive Officer DataOn Gordon Enns, . foto: istimewa.
Chief Executive Officer DataOn Gordon Enns, . foto: istimewa.

DataOn HR Conference 2026 Bahas Penerapan AI untuk Menggali Potensi SDM

Arif Wicaksono • 06 November 2026 16:17

Jakarta: DataOn 16th Annual HR Conference 2026 mempertemukan ribuan pemimpin bisnis dan profesional HR pada 5 November 2026 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan. 

 

Mengusung tema “Accelerating Workforce Performance with Human-Centered AI,” konferensi ini membahas penerapan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kinerja SDM dengan tetap menempatkan manusia sebagai pusat transformasi.

 

Melalui rangkaian sesi inspiratif, presentasi para pakar, dan aktivitas interaktif, DataOn menghadirkan berbagai perspektif mengenai penerapan AI yang didukung kesiapan SDM, strategi investasi yang terukur, serta tata kelola yang bertanggung jawab agar teknologi dapat meningkatkan produktivitas dan memberikan nilai nyata bagi bisnis.

 

 

Dalam pidato pembuka bertajuk “Optimizing Workforce Productivity within Strategic Budgets,” Chief Operating Officer DataOn, Yus Wadi,  menyoroti pentingnya mengelola investasi AI secara terukur dengan mempertimbangkan produktivitas karyawan, efisiensi anggaran, dan tata kelola data. 

 

Ia menekankan perlunya mengevaluasi biaya perangkat lunak, menghindari langganan yang tumpang tindih, serta memastikan setiap investasi AI memberikan nilai nyata bagi operasional bisnis.

 

Konferensi tahun ini menghadirkan para pemimpin dan praktisi industri yang membagikan perspektif mengenai pemanfaatan AI, transformasi digital HR, kesiapan organisasi, serta pengembangan potensi manusia untuk menghadapi perubahan dunia kerja.

 
Chief Executive Officer DataOn 
Gordon Enns menekankan nilai AI tidak hanya terletak pada otomatisasi, tetapi juga pada kemampuannya menyederhanakan proses kerja, mengantisipasi kebutuhan SDM, dan mempercepat pengambilan keputusan berbasis data. Melalui pendekatan Human-Centered AI, teknologi membantu menyediakan informasi dan rekomendasi yang relevan, sementara manusia tetap memegang kendali dan tanggung jawab atas keputusan.

 

Abdi Wirawan, Head of Product Development DataOn, dan Ronald Mustika Putra, Head of DevSecOps DataOn, memperkenalkan empat inovasi SunFish HR, yaitu Smart Scheduler, SunFish MCP Gateway, Page Builder, dan SunFish Intelligence. Inovasi ini dirancang untuk menyederhanakan pekerjaan HR sehari-hari melalui perencanaan tenaga kerja berbasis AI, akses informasi yang lebih cepat, konfigurasi sistem yang fleksibel, serta integrasi AI yang aman untuk mendukung efisiensi dan produktivitas organisasi. 

 

Keduanya juga memperkenalkan SOFIA (SunFish Operations and Functional Intelligence Assistance), asisten AI dalam SunFish HR yang memudahkan akses informasi dan panduan kerja. Perspektif penerapan teknologi dalam operasional bisnis turut disampaikan oleh sejumlah praktisi industri yang membagikan pengalaman transformasi digital, pengelolaan tenaga kerja, dan penguatan budaya organisasi.

 

Head of Human Capital PT Carsurin Tbk, Suhaila Daud, membagikan pengalaman transformasi digital dalam mengelola lebih dari 2.000 karyawan di berbagai lokasi di Indonesia. Ia menekankan bahwa keberhasilan digitalisasi HR harus dimulai dari pemahaman kebutuhan bisnis, penyederhanaan proses kerja, serta komitmen manajemen dan kesiapan karyawan. 

 

Melalui sistem terintegrasi SunFish HR, Carsurin meningkatkan visibilitas tenaga kerja, konsistensi operasional, dan pengambilan keputusan berbasis data.

 

Selanjutnya, Yance Ongkosari, Regional Implementation Director DataOn, bersama Wioko Wisnu Prabowo, Vice President of Payroll Services DataOn, membahas tantangan ekspansi bisnis lintas negara, khususnya dalam menjaga konsistensi pengelolaan HR, kepatuhan terhadap regulasi lokal, dan akurasi payroll. Melalui SunFish HR dan layanan Payroll Outsourcing DataOn, perusahaan dapat menyederhanakan operasional HR lintas wilayah sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang lebih efisien.

 

Sementara itu,  Chief People Officer PT Tujuh Duapuluh Empat Duapuluh Lima (EIGER Group), Hendra Lim, membagikan pendekatan transformasi budaya organisasi melalui penguatan nilai perusahaan, kepemimpinan, dan sistem manajemen yang didukung teknologi. Melalui SunFish HR, perusahaan mengintegrasikan 360-degree assessment dan Individual Development Plan (IDP) untuk mendukung pengembangan karyawan serta penerapan nilai budaya dalam aktivitas kerja sehari-hari.

 

Selain transformasi operasional dan budaya, konferensi ini turut mengangkat pentingnya kesiapan organisasi dan pengembangan kapabilitas manusia sebagai fondasi pertumbuhan bisnis di era AI.

 

Corporate HC Development (CoE & Strategy) Paramount Enterprise Alvin Tanthio, menekankan bahwa kesiapan ekspansi bisnis tidak hanya bergantung pada strategi pertumbuhan, tetapi juga pada keselarasan struktur organisasi, kompetensi SDM, dan proses operasional. Ia turut menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi untuk mendukung keputusan berbasis data, dengan tetap mengedepankan empati dan kolaborasi lintas fungsi.

 

Melengkapi perspektif tersebut, Priyantono Rudito, Chairman of Advisor Board HRBTI Association, menekankan pentingnya pendekatan Human-Centered AI yang memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikannya. 

 

Penerapan AI perlu tetap menjaga otonomi pengambilan keputusan, mendorong pengembangan kompetensi, serta menerapkan tata kelola yang etis untuk mendukung kesejahteraan karyawan dan pertumbuhan berkelanjutan.

 

Health and Benefit Specialist Willis Tower Watson (WTW) Asia Pacific James Coker, membahas pentingnya strategi employee benefits yang relevan dengan kebutuhan karyawan, termasuk akses layanan kesehatan, kesejahteraan finansial, dan evaluasi efektivitas manfaat yang diberikan perusahaan. 

 

Sementara itu, CEO Good Doctor Danu Wicaksana menyoroti optimalisasi biaya kesehatan melalui kombinasi layanan telemedicine, layanan kesehatan langsung, dan program preventif guna memperluas akses layanan kesehatan secara efisien tanpa mengurangi kualitasnya.

 

Pembahasan kemudian berlanjut pada tantangan kepemimpinan dalam menghadapi perubahan serta pentingnya membangun organisasi yang adaptif dan mampu memaksimalkan potensi manusia di tengah perkembangan AI.


Director of Human Resources and Corporate Transformation MIND ID  

Pambudi Sunarsihanto pentingnya pembelajaran dari kegagalan transformasi, termasuk menghindari pendekatan yang hanya berfokus pada teknologi. Keberhasilan transformasi membutuhkan keterlibatan karyawan, kesiapan kompetensi, kepemimpinan yang terbuka terhadap perubahan, serta evaluasi berkelanjutan terhadap dampak bisnis.

 

Sementara itu, Chief Human Resources Officer TACO Group Irwan Dewanto, menekankan pentingnya pemanfaatan AI untuk memperluas potensi manusia, bukan sekadar menggantikan pekerjaan melalui otomatisasi. Ia menyoroti perlunya pengembangan kompetensi, penyederhanaan alur kerja, dan pengukuran hasil bisnis agar teknologi benar-benar mendorong peningkatan produktivitas.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan