Yumi Liberman dan Kedua Temannya di Brandstorm  L'Oreal. Foto:  Jon Bradley
Yumi Liberman dan Kedua Temannya di Brandstorm L'Oreal. Foto: Jon Bradley

Cari Kerja Bukan Cuma Adu CV, tapi Bisa Sampai Adu Skill di Panggung

Annisa ayu artanti • 11 September 2026 16:38
Ringkasnya gini..
  • Cari kerja kini mulai punya cara baru karena sejumlah perusahaan mengubah proses rekrutmen menjadi kompetisi adu ide dan kemampuan.
  • Kompetisi rekrutmen seperti L'Oreal Brandstorm bisa menjadi jalan cepat bagi anak muda untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah.
  • Meski menarik, metode ini dinilai berpotensi tidak adil karena tidak semua pencari kerja punya waktu, uang, atau karakter yang cocok untuk ikut berkompetisi.
Jakarta: Bagi job hunter, mencari pekerjaan biasanya identik dengan CV, portfolio, interview, psikotes, lalu menunggu email penerimaan atau penolakan. Tapi bagaimana jika seleksinya justru harus naik ke panggung dan berkompetisi dengan ratusan orang?

Hal itu dialami oleh Yumi Liberman pada tahun 2024 ketika mengikuti Brandstorm, kompetisi yang digelar oleh perusahaan perusahaan kecantikan dan perawatan diri dari Prancis, L'Oreal. Dilansir dari laman BBC pada Jumat, 11 September 2026, Liberman bersama dua temannya harus mempresentasikan ide produk dan bisnis di hadapan para juri dan sekitar 300 penonton.

Libermen dan temannya mempresentasikan ide aplikasi perawatan rambut yang berhasil membawa mereka menjadi pemenang di Inggris, sebelum lanjut ke final global di Paris. Performa Liberman berhasil dilirik oleh petinggi L'Oreal hingga mendapat kesempatan mengikuti program pelatihan manajemen pemasaran dengan posisi full-time setelahnya.

Model rekrutmen seperti ini mulai menarik perhatian perusahaan karena kandidat bisa menunjukkan kemampuan secara langsung, bukan hanya lewat CV. Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah pendaftar Brandstorm global L'Oreal naik drastis dari 240.000 orang pada 2025 menjadi 380.000 orang pada 2026.

L'Oreal juga mengatakan bahwa Brandstorm membantu mereka menemukan lebih banyak kandidat potensial, termasuk anak muda yang mungkin tidak pernah terpikir untuk melamar ke perusahaan tersebut. 
 

Cara yang Tepat Untuk Fresh Graduate dan Pengangguran?

Kompetisi kerja terasa semakin relevan ketika pasar kerja sedang tidak terlalu ramah untuk anak muda. Tetapi masalahnya, tidak semua orang punya privilege untuk ikut “adu skill” berbulan-bulan demi satu posisi kerja. 

Mantan konsultan rekrutmen, Katrina Collier, khawatir sistem tersebut justru menciptakan diskriminasi ekonomi karena kandidat harus mengorbankan waktu dan tenaga tanpa jaminan akan mendapatkan pekerjaan.

“Apakah itu berarti hanya orang-orang dari latar belakang keuangan yang kuat yang bisa lolos?” kata Collier. 

Kekhawatiran lain datang dari psikolog, Amanda Potter, yang menilai format kompetisi bisa lebih menguntungkan orang ekstrovert dan kompetitif. Sementara kandidat yang lebih pendiam berpotensi merasa tidak nyaman atau bahkan memilih tidak ikut sejak awal. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan