Mentan Syahrul Yasin Limpo meminta jajaran Badan Karantina Pertanian (Barantan) beradaptasi terhadap perkembangan zaman (Foto:Dok.Kementan)
Mentan Syahrul Yasin Limpo meminta jajaran Badan Karantina Pertanian (Barantan) beradaptasi terhadap perkembangan zaman (Foto:Dok.Kementan)

Barantan Diminta Beradaptasi dengan Perkembangan Zaman

Ekonomi berita kementan
M Studio • 18 Oktober 2020 14:55
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta jajaran Badan Karantina Pertanian (Barantan) beradaptasi terhadap perkembangan perkarantinaan dan perdagangan internasional yang bergerak dinamis.
 
Menurut Mentan, hingga saat ini Barantan telah mampu membuktikan sebagai benteng terdepan pertanian Indonesia dalam menjaga dan melindungi kelestarian sumber daya alam hayati Indonesia untuk kesejahteraan bangsa dan negara.
 
"Bertepatan dengan Hari Karantina Pertanian ke-143, sekaligus menjadi momentum pemberlakuan perkarantinaan yang baru melalui Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 yang menjadi tonggak bagi reformasi Badan Karantina Pertanian dalam beradaptasi terhadap perkembangan zaman," ujar Mentan Syahrul, saat memimpin apel di Balai Uji Terap Teknik Metode Karantina Pertanian, Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 18 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sesuai UU Nomor 21 Tahun 2019, tugas penyelenggaraan perkarantinaan semakin berkembang. Selain itu, fungsi dan tugas jajaran Badan Karantina Pertanian sebagai economic stools dan border protection harus semakin dipertegas.
 
Kemudian, sistem penelusuran wajib dibangun dan menjelaskan jangkauan perkarantinaan untuk dapat bersinergi lebih baik dengan stakeholder lain.
 
"Kerja sama dengan TNI, Polri, dan Bea Cukai harus mampu menjadi sebuah kekuatan dalam memperkuat pemeriksaan sistem logistik," katanya.
 
Mentan menilai, melalui skema single submission badan karantina pertanian bersama dengan bea cukai dan karantina mendukung ekosistem logistik nasional melalui iklim logistik yang lebih baik dan diharapkan makin mempermudah bagi pelaku usaha di bidang agribisnis.
 
"Penguatan sistem perkarantinaan merupakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Oleh karena itu, laboratorium uji hingga sarana dan prasarana menjadi modal utama, serta memanfaatkan teknologi informasi guna mempercepat layanan untuk meningkatkan daya saing serta penguatan diplomasi pertanian," ucap Mentan.
 
(ROS)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif