Jakarta: Ekspor produk olahan pangan berbahan dasar singkong Indonesia cukup digemari di Amerika Serikat (AS). Hal ini seiring tingginya permintaan ekspor olahan singkong ke sejumlah negara bagian di benua tersebut.
"Pandemi dapat menjadi peluang bagi eksportir untuk mengembangkan bisnis dan tetap optimistis,: ungkap Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto, Selasa, 10 November 2020.
Agus mengungkapkan ekspor perdana produk olahan singkong oleh PT Pareto Estu Guna itu diawali dengan pengiriman sebanyak 320 karton senilai USD5.200 pada Januari 2020. UKM asal Bojonegoro, Jawa Timur itu sebelumnya mengikuti export coaching program dari Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag.
"Keripik Matoh sedang berusaha merambah lebih banyak negara tujuan ekspor. Pasar lain yang menjadi target penjualan ke depan yakni Tiongkok dan Kuwait," ungkap dia.
Dalam kesempatan lain, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga memperkirakan produk olahan pangan dalam negeri masih diminati di mancanegara.
Misalnya, PT Alpha Gemilang Sejahtera masih rutin melakukan ekspor 20 ton produk keripik singkong ke Korea Selatan. Karena itu, ekspor produk UMKM berbasis singkong dan ubi saat ini menjadi perhatian pemerintah.
"Ini menjadi contoh bahwa potensi itu sebenarnya ada depan kita. Tinggal kreativitas dan keseriusan kita saja dalam mengolah dan memasarkannya," ujarnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan