Perajin Kayu. Foto : MI.
Perajin Kayu. Foto : MI.

Kenormalan Baru,

Pendapatan Perajin Kayu di Lebak Meningkat

Ekonomi kayu Kenormalan Baru
Antara • 29 Juni 2020 12:11
Lebak: Pendapatan perajin kayu di Kabupaten Lebak, Banten, sejak dua pekan terakhir ini cenderung meningkat setelah pemerintah daerah memberlakukan era kenormalan baru.
 
"Kami berharap permintaan pasar meningkat," kata Rapi (50) seorang perajin kayu warga Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak, dikutip dari Antara, Senin, 29 Juni 2020.
 
Peningkatan pendapatan omzet hingga mencapai Rp20 juta dari sebelumnya hanya Rp3 juta per dua pekan akibat adanya pemeriksaan covid-19 di perbatasan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, pemerintah daerah menerapkan era kenormalan baru dan tidak ada lagi pemeriksaan covid-19, sehingga berdampak terhadap penjualan.
 
Konsumen banyak dari Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang dengan membeli produk kayu, seperti kursi, meja dan tempat tidur.
 
"Kami menjual produk kerajinan kayu mulai Rp1,2 juta sampai Rp5 juta per set," katanya.
 
Menurut dia, produk kerajinan kursi, meja dan tempat tidur itu menggunakan bahan baku kayu jati dan mahoni yang didatangkan dari Jawa Tengah.
 
Sebab, kayu jati dan mahoni dinilai lebih kuat sehingga banyak konsumen membeli untuk perabotan rumah tangga.
 
Meningkatnya permintaan pasar diharapkan para perajin kayu di Kabupaten Lebak kembali bangkit, sehingga menyumbangkan ekonomi dan penyerapan lapangan pekerjaan.
 
"Kami kini memperkerjakan kembali sebanyak delapan orang setelah meningkatnya omzet itu," katanya menjelaskan.
 
Begitu juga perajin kayu lainnya, Udin (60) warga Rangkasbitung mengaku bahwa dirinya selama dua pekan ini mendapat pesanan sebanyak enam set kursi dengan harga Rp juta, padahal sebelumnya belum mendapat permintaan konsumen.
 
Sebelumnya, kata dia, dirinya memiliki empat karyawan terpaksa dirumahkan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) covid-19.
 
Namun, kini kembali meningkat omzet pendapatan setelah diberlakukan era kenormalan baru.
 
"Kami berharap usaha ini kembali normal dan bisa memperkerjakan kembali karyawan," katanya.
 
Kepala Bidang Industri Kecil Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak Saepudin mengatakan saat ini jumlah perajin kayu di daerah cukup banyak hingga di atas 30 unit pelaku usaha dengan menyerap tenaga kerja di atas 230 orang.
 
Pemerintah daerah mengoptimalkan pembinaan dan pelatihan serta memberikan bantuan peralatan kepada perajin kayu.
 
"Kami minta perajin kayu terus meningkatkan kualitas sehingga bisa ekspor, seperti kerajinan bambu hingga menembus pasar Eropa," katanya.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif