IISE mempertemukan hasil riset dengan kebutuhan industri, investor, dan masyarakat. Foto: IISE
IISE mempertemukan hasil riset dengan kebutuhan industri, investor, dan masyarakat. Foto: IISE

Pameran Inovasi Indonesia Bidik Peluang Komersialisasi Riset

Rizkie Fauzian • 14 Oktober 2026 15:22
Ringkasnya gini..
  • BRIN dan PT Sukses Mulya Pratama menyiapkan IISE 2026 pada 10–13 Desember di ICE BSD, Tangerang. Pameran ini direncanakan menghadirkan 200 produk inovasi BRIN dan 230 stan.
  • IISE 2026 akan menghadirkan Innovation Marketplace untuk mempertemukan periset, inventor, industri, dan investor guna membuka peluang lisensi teknologi, pengembangan produk, serta komersialisasi riset.
  • Selain pameran teknologi, IISE 2026 menyiapkan kunjungan ke fasilitas penelitian, dialog bersama periset, program sains untuk anak, serta forum kolaborasi riset nasional dan internasional.
Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT Sukses Mulya Pratama menyiapkan Indonesia Innovation Summit & Expo (IISE) 2026 untuk mempertemukan hasil riset dengan kebutuhan industri, investor, dan masyarakat. Sebanyak 200 produk inovasi direncanakan tampil bersama teknologi dari perguruan tinggi, perusahaan, dan pelaku inovasi lainnya.

IISE 2026 dirancang tidak hanya menjadi ajang pameran teknologi, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan dan komersialisasi hasil riset. Melalui 230 stan dan program Innovation Marketplace, periset dan inventor dapat bertemu dengan calon pengguna teknologi, mitra industri, investor, serta pelaku usaha.

Ketua Penyelenggara IISE 2026, Walneg, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem inovasi nasional dengan menghubungkan penghasil teknologi dan pihak yang berpotensi memanfaatkannya.

“Indonesia memiliki banyak hasil riset dan inovasi yang potensial. Tantangan berikutnya adalah bagaimana inovasi tersebut menemukan pengguna, dikembangkan bersama industri, memperoleh dukungan investasi, dan akhirnya memberikan manfaat ekonomi maupun sosial,” ujar Walneg dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Oktober 2026.

Ia berharap IISE 2026 dapat mempercepat pertemuan antara dunia riset, industri, investor, dan masyarakat sehingga hasil penelitian memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut.

Menurut Walneg, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah teknologi yang dipamerkan atau pengunjung yang hadir, tetapi juga dari peluang kolaborasi yang terbentuk.

“Yang lebih penting adalah berapa banyak kolaborasi yang terbangun, inovasi yang menemukan mitra, serta hasil riset yang memiliki peluang untuk diterapkan,” katanya.

Innovation Marketplace Buka Peluang Komersialisasi Riset

Salah satu program unggulan IISE 2026 adalah Innovation Marketplace, yang dirancang untuk mempertemukan hasil invensi dengan calon pengguna, industri, investor, perusahaan teknologi, dan pasar.

Melalui program tersebut, periset, inventor, startup, perguruan tinggi, dan perusahaan teknologi dapat memperkenalkan inovasi sekaligus menjajaki kerja sama pengembangan produk, proyek percontohan, lisensi teknologi, kemitraan produksi, hingga investasi.

Direktur PT Sukses Mulya Pratama, Nopit Cahyani, mengatakan pameran ini dirancang agar peserta tidak hanya memperkenalkan teknologi, tetapi juga membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan.

“Kami ingin exhibitor datang bukan hanya untuk menunjukkan apa yang sudah mereka ciptakan, tetapi juga menemukan siapa yang membutuhkan inovasi tersebut dan siapa yang dapat membantu membawanya menuju pasar,” ujar Nopit.

Menurutnya, pertemuan antara perusahaan, inventor, dan investor dapat membuka peluang pengembangan produk serta kerja sama bisnis setelah pameran berlangsung.

IISE 2026 menyiapkan 230 stan yang dapat diikuti kementerian dan lembaga, BUMN, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga riset, perusahaan teknologi, industri, startup, inventor, investor, serta mitra internasional.
 

Hadirkan 200 Produk Inovasi Unggulan BRIN

IISE 2026 juga akan menjadi etalase perkembangan riset dan teknologi Indonesia. BRIN merencanakan penampilan 200 produk inovasi unggulan dari berbagai bidang, meliputi pangan, kesehatan, energi, ketenaganukliran, kedirgantaraan dan antariksa, industri strategis, ketahanan air dan lingkungan, serta ketahanan sosial dan masyarakat.

Salah satu target penting yang disiapkan dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah penandatanganan 100 perjanjian lisensi baru.

Walneg mengatakan, pameran ini dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kemampuan riset nasional sekaligus memperluas peluang pemanfaatan hasil penelitian.

“Kami ingin masyarakat dan industri melihat bahwa Indonesia memiliki kapasitas menghasilkan teknologi dan solusi inovatif di berbagai sektor. Melalui IISE, hasil riset tersebut dapat diperkenalkan kepada calon pengguna, sekaligus membuka peluang kolaborasi untuk pengembangan dan penerapannya,” katanya.

Selain produk BRIN, IISE 2026 akan menghadirkan University Innovation Showcase. Program ini memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk memperkenalkan hasil penelitian, invensi, dan teknologi karya dosen maupun mahasiswa.

Perguruan tinggi juga dapat memperkenalkan program studi unggulan, fasilitas pembelajaran, serta bidang keilmuan masa depan kepada pelajar, orang tua, dan calon mahasiswa.

Perkenalkan Dunia Riset kepada Masyarakat

IISE 2026 turut menyiapkan program yang memungkinkan masyarakat mengenal dunia penelitian secara langsung. Salah satunya Behind the Breakthrough, yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta mengikuti kunjungan terkurasi ke lingkungan penelitian BRIN, termasuk Kawasan Sains dan Teknologi BRIN di Serpong dan Cibinong.

Kunjungan tersebut direncanakan untuk memperkenalkan fasilitas penelitian serta proses pengembangan teknologi, mulai dari eksperimen hingga menghasilkan inovasi. Pelaksanaannya akan mengikuti jadwal dan ketentuan keselamatan, kapasitas fasilitas, serta persetujuan teknis BRIN.

Rangkaian kegiatan juga mencakup program BRIN Goes to Industry, antara lain di bidang teknologi material untuk mendukung industri kreatif serta Railway Supply Chain for National Self Reliance.

Program Meet the Scientist turut disiapkan untuk mempertemukan pengunjung dengan periset melalui dialog interaktif tentang proses penelitian, penemuan ilmiah, tantangan riset, dan manfaat teknologi. Sekitar 17 periset tengah dipersiapkan untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.

Walneg menilai keterlibatan masyarakat penting dalam membangun ekosistem inovasi yang inklusif.

“Riset dan inovasi tidak boleh terasa jauh dari kehidupan masyarakat. Kami ingin IISE menjadi ruang bagi publik untuk mengenal para ilmuwan, memahami bagaimana teknologi dikembangkan, serta melihat hubungan antara hasil penelitian dan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari,” ujarnya.

Penyelenggara juga tengah mempersiapkan sesi masterclass bersama dua peraih Nobel. Nama narasumber, tema, dan mekanisme partisipasi akan diumumkan setelah proses konfirmasi selesai.

Selain pameran, IISE 2026 akan menghadirkan kegiatan penghargaan dan hiburan berbasis inovasi. Sejumlah agenda yang direncanakan meliputi Nurtanio Award, BRIDA Award, RIIM Award, dan Young Researcher Award.

IISE 2026 juga menyiapkan Expo/Showcase Lab untuk memperkenalkan fasilitas laboratorium, peralatan penelitian, prototipe, dan demonstrasi pengujian. Sejumlah layanan uji cepat direncanakan dapat diakses masyarakat sesuai jenis layanan, persyaratan, dan kapasitas yang ditetapkan.

Dengan semangat No One Left Behind, IISE 2026 juga berupaya memperluas akses masyarakat terhadap sains dan inovasi, termasuk bagi anak-anak dan keluarga melalui Kids Science Playground dan Kids Innovation Lab.

“Kita tidak harus menunggu seorang anak menjadi mahasiswa atau peneliti untuk memperkenalkannya kepada sains. Masa depan inovasi Indonesia bisa dimulai dari satu pertanyaan sederhana yang muncul hari ini,” ujar Nopit.

Di luar pameran, IISE 2026 akan menghadirkan konferensi, simposium, lokakarya, dan forum strategis di berbagai bidang teknologi. Selain itu, ada BRIN–NASC TROPIS 2026, Powering Rebana 2026: Rebana Energy Transition Forum, The 3rd Indonesia Palm Oil Research and Innovation Conference and Expo (IPORICE) 2026, International Disaster Technology Summit (IDTS) 2026, serta Forum Teknologi Antariksa Nasional 2026.

Pembahasan akan mencakup ketahanan pangan, teknologi kesehatan, tata kelola kecerdasan artifisial, transisi energi, teknologi material, penguatan UMKM, dan pemanfaatan hasil riset untuk industri nasional.

“IISE kami persiapkan bukan sekadar sebagai agenda pameran empat hari. Kami ingin kegiatan ini menjadi titik awal terbentuknya hubungan bisnis, kemitraan teknologi, dan kolaborasi yang dapat berlanjut setelah pameran selesai,” katanya.

IISE 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10–13 Desember 2026 di Hall 7 dan 8, ICE BSD City, Tangerang. Penyelenggara juga merencanakan pembukaan yang diharapkan dapat dihadiri dan diresmikan Presiden Republik Indonesia. Namun, kepastian kehadiran masih menunggu konfirmasi resmi.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan