Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.

Ini Cara Alternatif Pemasok Sapi Bakalan Jaga Kestabilan Harga

Ade Hapsari Lestarini • 12 September 2022 14:40
Jakarta: Peternak berharap terdapat pintu alternatif pemasok sapi bakalan dengan tujuan menjaga kestabilan mekanisme harga. Selama ini pasokan sapi bakalan Indonesia berasal dari Australia.
 
Ketua Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) Didiek Purwanto mengatakan, saat ini harga sapi bakalan asal Australia terus meningkat. Kenaikan harga itu cukup membebani para pengusaha ternak dalam memutar roda bisnis.
 
"Harus ada alternatif suplai sapi bakalan dari negara lain. Australia dengan kondisi populasi (sapi) yang sekitar 27,6 juta. Kita lihat itu 53 persen adalah ke Indonesia, ternyata mereka bisa mempermainkan harga,” kata Didiek, dikutip Senin, 12 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal senada disampaikan Corporate Affairs Director PT Great Giant Pineapple Welly Soegiono. PT Great Giant Pineapple, kata Welly, telah mengembangkan budi daya sapi. Menerapkan bisnis berbasis ekonomi sirkular, pihaknya memanfaatkan limbah nanas untuk pakan sapi.
 
Baca juga: Airlangga Dorong Kerja Sama Sektor Peternakan dengan Selandia Baru

Menurut Welly, dengan adanya alternatif pemasok sapi bakalan dari negara selain Australia membuka peluang produktivitas sapi secara nasional akan meningkat. Nantinya, kata dia, mampu mengimbangi kebutuhan dalam negeri yang terus naik. "Kita harus bisa menimbang harga sehingga tidak terkonsentrasi pada satu supplier," kata Welly.
 
Berdasarkan data Gapuspindo, harga impor sapi bakalan jantan dari Australia pada November 2021 sebesar USD3,65 per kilogram (CIF) atau setara Rp56.574 per kilogram (landed kandang). Lalu, tiga bulan setelahnya atau Februari 2022, harga beli sapi serupa dari Australia mengalami kenaikan 24,1 persen menjadi USD4,53 atau Rp70.413 per kilogram.
 
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menyebut secara teknis Amerika Serikat dan Spanyol telah memenuhi syarat menjadi alternatif negara pemasok sapi bakalan bagi Indonesia. Karena keduanya terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif