"Pemulihan yang tidak sekadar tumbuh kembali seperti kondisi sebelum pandemi, tetapi sekaligus menyiapkan UMKM dan koperasi lebih siap menghadapi krisis ataupun perubahan lingkungan di masa-masa akan datang," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dilansir dari laman Kemenkop UKM, Jumat, 31 Desember 2021.
Menteri Teten mengatakan ada lima fondasi yang telah disiapkan:
Fondasi kemudahan akses pembiayaan
Ini diberikan kepada pelaku usaha mikro dengan pemberian hibah (BPUM) kepada 12,8 juta pelaku usaha mikro sebesar Rp15,36 triliun pada 2021. Di luar BPUM ada juga pembiayaan PNM yang tumbuh.Kepada pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) diberikan tambahan subsidi bunga KUR tiga persen dan telah disalurkan kepada 7,5 juta debitur dengan pembiayaan Rp278,38 triliun atau 97,81 persen dari target Rp285 triliun per 30 Desember 2021.
Kepada pelaku koperasi diberikan fasilitas pembiayaan bunga ringan (tiga persen sliding) dengan realisasi sebesar Rp1,64 triliun atau 102,6 persen dari target Rp1,6 triliun (LPDB, per 26 Desember 2021).
Fondasi perluasan pasar dan digitalisasi
Dalam kurun satu tahun, onboarding UMKM meningkat pesat dari sebelumnya delapan juta di awal 2020 menjadi 16,9 juta pada November 2021."Belanja pemerintah menjadi prioritas di tengah proses pemulihan pasar dalam dan luar negeri. Realisasi belanja pemerintah untuk UMKM telah mencapai Rp350 triliun atau 79,1 persen dari target Rp442,43 triliun," kata Menteri Teten.