Operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali berjalan normal setelah sebelumnya terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau
Operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali berjalan normal setelah sebelumnya terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau

Anak Krakatau Mulai Mereda, Soetta Kembali Layani Penerbangan

Arif Wicaksono • 08 September 2026 12:22
Ringkasnya gini..
  • Pihak pengelola Bandara Soekarno-Hatta dalam akun instagramnya menuturkan bandara itu kembali melayani operasional penerbangan.
  • Untuk informasi terkini mengenai kebandarudaraan, masyarakat dan calon penumpang dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports di nomor 172.
Jakarta: Kabar baik buat kamu yang punya jadwal terbang dari atau menuju Jakarta. Operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali berjalan normal setelah sebelumnya terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pihak pengelola Bandara Soekarno-Hatta dalam akun instagramnya menuturkan kembali melayani operasional penerbangan. 

"Kami mengimbau seluruh calon penumpang dan pengguna jasa bandara untuk memastikan kembali status serta jadwal penerbangan mereka,"
 

Baca juga: Erupsi Anak Krakatau Bikin Rute Pekanbaru-Jakarta Masih Mandek

Pengecekan dapat dilakukan secara berkala melalui kanal resmi masing-masing maskapai penerbangan sebelum melakukan perjalanan menuju bandara.

Untuk informasi terkini mengenai kebandarudaraan, masyarakat dan calon penumpang dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports di nomor 172.

Pihak manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi serta mengapresiasi pengertian dan kerja sama seluruh pengguna jasa.

Gunung Anak Krakatau Mulai Menurun 

Di sisi lain, aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai menunjukkan penurunan setelah mengalami fase erupsi menerus selama sekitar 25 jam.

Berdasarkan evaluasi Badan Geologi hingga 7 September 2026, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III (Siaga).

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan erupsi menerus yang dimulai pada Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB berakhir pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.
Namun setelah fase erupsi menerus selesai, Anak Krakatau belum benar-benar berhenti beraktivitas. Gunung tersebut kembali menunjukkan erupsi ringan secara berkala. Badan Geologi mencatat setidaknya tiga kali erupsi strombolian dengan kolom erupsi berwarna hitam.

“Setelah episode erupsi menerus berakhir, teramati tiga kali erupsi strombolian dengan warna kolom erupsi hitam,” ujar Lana, dikutip dari laman Kementerian ESDM, Selasa, 8 September 2026.

Menurut Lana, kemunculan kembali erupsi strombolian merupakan salah satu karakteristik khas Gunung Anak Krakatau. Fenomena tersebut untuk sementara diinterpretasikan sebagai tanda berakhirnya episode erupsi menerus yang cukup panjang.

Badan Geologi melaporkan adanya suara gemuruh selama erupsi menerus. Pada fase awal, ketinggian kolom erupsi tidak teramati, tetapi dari Pos Pengamatan Gunungapi Krakatau Pasauran terlihat semburan berwarna merah menyala secara terus-menerus yang menyerupai lava fountain atau air mancur lava.

Sebelum memasuki fase erupsi menerus, Anak Krakatau juga sudah mengalami rangkaian erupsi Strombolian hingga 5 September 2026. Erupsi tersebut menghasilkan lontaran batu pijar dan abu vulkanik. Jadi, meski Soekarno-Hatta sudah kembali normal, aktivitas Anak Krakatau masih perlu dipantau. 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan