Bandara bukan lagi sekadar tempat transit sebelum pesawat lepas landas. Wisatawan kini ingin punya lebih banyak pilihan untuk menghabiskan waktu, mulai dari makan dengan nyaman, bekerja, beristirahat, sampai menikmati suasana perjalanan sebelum benar-benar tiba di destinasi.
Baca juga: Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 5 Bandara Ditutup |
Perubahan ini ikut mendorong naiknya permintaan terhadap fasilitas premium di bandara, termasuk lounge. Kenyamanan memang masih menjadi faktor utama, tetapi wisatawan juga mulai mencari pengalaman yang lebih personal, praktis, dan punya nilai tambah.
Tren tersebut menjadi salah satu temuan dalam Airport Experience Study 2026 (AX26) yang dirilis Airport Dimensions. Studi ini melihat perubahan perilaku wisatawan dan bagaimana ekspektasi mereka terhadap pengalaman di bandara.
Wisatawan dengan Pengeluaran Besar
Salah satu kelompok yang menjadi perhatian adalah Affluent Leisure Travellers (ALTs) atau wisatawan leisure dengan daya beli tinggi.Kelompok ini hanya mencakup sekitar 26% dari total wisatawan. Namun, kontribusinya mencapai 57% dari total pengeluaran di bandara atau sekitar empat kali lebih besar dibandingkan rata-rata wisatawan.
Artinya, kelompok ini bukan cuma menghabiskan lebih banyak uang. Mereka juga lebih aktif menggunakan berbagai layanan selama berada di bandara.
Lounge menjadi salah satu fasilitas yang cukup diminati. Sekitar 75% ALTs menggunakan lounge sebagai bagian dari perjalanan mereka.
Buat operator bandara dan penyedia layanan, kondisi ini menunjukkan bahwa lounge punya peluang untuk berkembang dari sekadar ruang tunggu menjadi bagian dari pengalaman traveling itu sendiri.
Tren serupa terlihat di Indonesia. Menurut AX26, tingkat kepuasan wisatawan Indonesia terhadap pengalaman di bandara mencapai 89%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 82%.
Penggunaan lounge juga relatif tinggi. Sebanyak 57% wisatawan Indonesia memanfaatkan fasilitas lounge, dibandingkan 52% wisatawan secara global.
Menariknya, wisatawan Indonesia juga menunjukkan ketertarikan untuk membayar layanan tambahan.
Sebanyak 50% pengguna lounge menyatakan bersedia membayar layanan premium tambahan, seperti pilihan makanan dan minuman yang lebih eksklusif hingga ruang privat.
Jika melihat wisatawan Indonesia secara keseluruhan, angkanya bahkan mencapai 62% yang menyatakan bersedia membayar layanan premium.
Jadi, buat wisatawan, lounge bukan cuma soal dapat tempat duduk yang lebih nyaman sambil menunggu boarding. Ada kebutuhan terhadap pengalaman yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Airport Dimensions Gandeng Blue Sky
Melihat perubahan tersebut, Airport Dimensions menggandeng Blue Sky Group untuk menghadirkan pengalaman lounge yang menggabungkan standar global dengan karakter lokal Indonesia.Airport Dimensions memiliki jaringan global yang mencakup 90 lounge bandara. Sementara itu, Blue Sky sudah beroperasi di Indonesia sejak 2003 dan memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam melayani wisatawan.
Saat ini, keduanya mengoperasikan 14 lounge di 10 bandara, yaitu Jakarta, Bali, Balikpapan, Surabaya, Makassar, Pontianak, Pekanbaru, Palembang, Samarinda, dan Batam.
Kolaborasi tersebut tidak hanya mengejar standar layanan yang seragam. Justru, karakter lokal menjadi salah satu bagian penting dari pengalaman yang ditawarkan.
Dari seluruh lounge Blue Sky di Indonesia, fasilitas tersebut mencatat nilai rata-rata 4,8 berdasarkan lebih dari 50.000 ulasan.
Bisa Makan, Kerja, Sampai Rebahan dengan Tenang
Fasilitas lounge juga dibuat untuk menjawab kebutuhan wisatawan modern yang punya aktivitas beragam.Ada area live cooking, buffet, healthy corner dengan jus segar dan jamu, hingga pilihan kopi premium. Tersedia pula Wi-Fi eksekutif gratis untuk wisatawan yang masih harus bekerja sebelum penerbangan.
Buat yang ingin istirahat, ruang lounge dirancang lebih fleksibel sehingga tamu bisa menentukan sendiri bagaimana mereka ingin menghabiskan waktu.
Mau makan? Bisa.
Mau menyelesaikan pekerjaan atau meeting online? Bisa.
Mau duduk santai sebelum boarding? Juga bisa.
Ada pula area khusus merokok agar aktivitas tersebut tidak mengganggu kenyamanan area bersama.
Dengan konsep seperti ini, waktu menunggu penerbangan tidak harus terasa seperti waktu yang terbuang.
Ada Rawon, Coto Makassar, sampai Mantau
Satu hal yang membuat pengalaman lounge di Indonesia semakin menarik adalah sentuhan lokal.Standar global tidak berarti semua lounge harus dibuat dengan konsep yang sama. Airport Dimensions dan Blue Sky justru membawa karakter masing-masing daerah ke dalam lounge.
Di Surabaya, misalnya, konsep “Kota Pahlawan” menjadi bagian dari identitas lounge. Interiornya mengambil inspirasi dari motif batik, sementara makanan lokal seperti Rawon Surabaya ikut disajikan.
Beralih ke Makassar, wisatawan bisa menemukan kuliner khas Sulawesi seperti Coto Makassar dan Pisang Ijo. Sementara itu, Balikpapan memiliki mantau khas Blue Sky yang menjadi salah satu sajian utama.
Sentuhan lokal ini membuat lounge terasa lebih dari sekadar ruangan dengan sofa, makanan, dan Wi-Fi.
Bagi wisatawan yang baru datang, makanan dan desain tersebut bisa menjadi perkenalan singkat dengan kota yang mereka kunjungi. Sementara bagi wisatawan yang sudah sering datang, nuansa lokal bisa memberikan rasa familiar.
Perubahan ekspektasi wisatawan menunjukkan bahwa perjalanan tidak selalu dimulai ketika pesawat mengudara. Buat sebagian wisatawan, pengalaman traveling sudah dimulai sejak tiba di bandara.
Karena itu, fasilitas seperti lounge kini tidak hanya menawarkan tempat untuk menunggu. Ada pilihan makanan, ruang bekerja, tempat beristirahat, sampai pengalaman lokal yang membuat waktu sebelum penerbangan terasa lebih berarti.
Kolaborasi Airport Dimensions dan Blue Sky menjadi salah satu contoh bagaimana layanan premium di bandara mulai bergerak ke arah tersebut: membawa standar global, tetapi tetap mempertahankan karakter Indonesia.
Dengan semakin banyaknya wisatawan yang mencari kenyamanan, fleksibilitas, dan pengalaman yang lebih personal, bandara perlahan berubah dari sekadar tempat keberangkatan menjadi bagian dari perjalanan itu sendiri.