Upaya penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus diperkuat Musim Mas Group dengan mengerahkan sumber daya dan personel.
Upaya penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus diperkuat Musim Mas Group dengan mengerahkan sumber daya dan personel.

Musim Mas Perkuat Respons Penanganan dan Pencegahan Karhutla di Kalimantan Tengah

Arif Wicaksono • 05 Oktober 2026 14:48
Ringkasnya gini..
  • Upaya penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus diperkuat Musim Mas Group dengan mengerahkan sumber daya dan personel
  • . Sejak 8 Juli 2026 lalu, perusahaan telah mengerahkan lebih dari 1.000 personel damkar didukung 16 unit mobil pemadam kebakaran, hingga satu unit helikopter untuk penyiraman dari udara (water bombing).
Medan: Upaya penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus diperkuat Musim Mas Group dengan mengerahkan sumber daya dan personel. Sejak 8 Juli 2026 lalu, perusahaan telah mengerahkan lebih dari 1.000 personel damkar didukung 16 unit mobil pemadam kebakaran, hingga satu unit helikopter untuk penyiraman dari udara (water bombing). 

Penanganan karhutla ini dilakukan tidak hanya di wilayah operasional, namun juga mejangkau berbagai desa di luar  wilayah operasional. Hingga saat ini, tim damkar Musim Mas telah membantu penanganan kebakaran di 13 desa terdampak, yaitu Sebabi, Kenyala, Tanah Putih, Hanjalipan, Tangar, Baampah, Penyang, Camba, Soren, Bagendang Tengah, Natai Baru, Palangan, dan Kandan.
 
Upaya tersebut berlangsung di tengah kondisi cuaca yang masih membutuhkan kewaspadaan tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kondisi atmosfer yang relatif kering masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan. BMKG juga menyebut fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat masih berlangsung dan diprediksi bertahan hingga awal 2027.

Menghadapi kondisi tersebut, Musim Mas Group terus memperkuat kesiapsiagaan melalui respons cepat saat terjadi kebakaran, pemantauan kondisi lapangan, serta berbagai langkah pencegahan untuk membantu mengurangi risiko karhutla.

Pemadaman api dari darat dan udara

Manager Survey Musim Mas Group yang juga menjadi Koordinator Penanggulangan Karhutla perusahaan di Wilayah Kalimantan, Bangun Hapsoro, mengatakan penanganan dilakukan dengan menggabungkan sejumlah metode agar api dapat dikendalikan secepat mungkin.

“Di lapangan, kami tidak bisa hanya mengandalkan satu cara. Ada tim yang bekerja dari darat, ada water bombing untuk menjangkau titik yang sulit, dan ada juga alat berat untuk membuat sekat bakar agar api tidak semakin meluas,” ujar Bangun.

Untuk mendukung pemadaman dari udara, Musim Mas Group mengoperasikan satu unit helikopter yang dilengkapi bambi bucket berkapasitas sekitar 800 liter air dalam sekali penyiraman. Dalam kondisi tertentu, penyiraman dapat dilakukan hingga sekitar 30 kali dalam sehari.

Menurut Bangun, water bombing dilakukan sebagai respons awal, terutama untuk menjangkau titik api yang sulit diakses tim pemadam dari darat, serta membantu memperlambat penyebaran api. Setelah itu, tim pemadam di darat melanjutkan penanganan dengan penyemprotan dan pendinginan hingga api dan bara dipastikan padam.

Penanganan menjadi lebih intensif ketika kebakaran terjadi di lahan gambut. Meski api di permukaan telah terlihat padam, tim tetap melakukan pendinginan dan pemantauan karena api dapat bertahan di lapisan bawah permukaan.

“Di lahan gambut, pekerjaan tidak selesai ketika api sudah tidak terlihat. Kami tetap melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada bara yang masih menyala,” kata Bangun.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim di lapangan adalah ketersediaan air. Sejumlah sumber air, termasuk kolam penampungan dan sungai, mengalami penyusutan bahkan mengering akibat kondisi cuaca yang kering.

“Permasalahan utama dalam pemadaman api adalah sumber air yang jauh. Tetapi tantangan seperti ini tidak bisa kami hadapi sendiri. Karena itu, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat agar sumber daya yang ada bisa digunakan bersama,” tambah Bangun.

Lebih dari 1.000 karyawan ikut turun ke lapangan

Besarnya kebutuhan personel membuat sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam respons karhutla. Lebih dari 1.000 personel yang merupakan staf dan karyawan Musim Mas Group di Kalimantan Tengah dilibatkan dalam regu pemadam dan bekerja secara bergiliran selama lebih dari dua bulan.

Salah satunya adalah Suparman, Asisten Kepala Training Center Musim Mas Group, yang turut menjadi bagian dari tim pemadam. Menurutnya, keterlibatan dalam penanganan karhutla merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Memang lelah. Selama lebih dari dua bulan kami harus siaga dan bekerja bergantian. Tapi yang kami inginkan sederhana, api segera padam, udara kembali lebih baik, dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan nyaman,” ujar Suparman.

Bekerja di tengah asap tebal juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Untuk menjaga keselamatan personel, perusahaan membekali regu pemadam dengan perlengkapan keselamatan serta dukungan kesehatan, termasuk suplemen dan vitamin.

Peduli kesehatan masyarakat terdampak asap

Penanganan karhutla tidak berhenti pada pemadaman api. Dampak asap terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian Musim Mas Group. Perusahaan membuka lima posko kesehatan gratis di sejumlah lokasi di wilayah Kotawaringin Timur, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat. Posko ini ditujukan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan pemeriksaan di tengah kondisi udara yang terdampak asap.

Dokter perusahaan sekaligus Koordinator Posko Kesehatan, dr. Yulin Effendi, mengatakan setiap posko melayani sekitar 100–120 pasien. Dari pasien yang datang ke posko, sekitar 30–40 persen mengalami keluhan pernapasan, antara lain batuk dan sesak napas.

“Layanan yang kami berikan mulai dari pemeriksaan kesehatan, obat-obatan, vitamin, masker, hingga oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelas Yulin.

Penanganan karhutla membutuhkan kerjasama

Upaya di lapangan juga dilakukan bersama pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, Rihel Magat, mengatakan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. 

“Penanganan karhutla itu harus ada kelompok kerja. Bukan hanya pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat, pihak kecamatan, dan pihak swasta,” ujarnya.

Rihel juga menambahkan bahwa  dukungan dari dunia usaha membantu memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menghadapi karhutla, terutama di tengah keterbatasan armada.

“Musim Mas Group juga kemarin telah membantu unitnya untuk mem-backup kita, ada satu tangki dan satu water cannon supaya dalam penanganan kita bisa bertambah.” kata Rihel.

Selain dukungan pemadaman api, Musim Mas Group juga menyalurkan peralatan pemadam kepada 14 desa di Kotawaringin Timur, meliputi mesin pompa air (alkon), selang, nozzle, serta perlengkapan pendukung lainnya. Bantuan ini ditujukan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sehingga penanganan awal dapat dilakukan lebih cepat ketika terjadi kebakaran.

Tidak hanya memadamkan, tetapi juga mencegah

Selain merespons kebakaran yang terjadi, Musim Mas terus memperkuat langkah pencegahan di wilayah operasionalnya. Perusahaan telah menerapkan Zero Burning Policy, yang melarang penggunaan api dalam kegiatan pengelolaan lahan. Kebijakan tersebut didukung sistem deteksi dini, patroli, kesiapan regu pemadam, serta pelatihan personel secara berkala.

Sistem deteksi dini dimulai dari identifikasi titik panas melalui citra satelit. Setiap informasi hotspot kemudian diverifikasi oleh tim di lapangan. Untuk lokasi yang sulit dijangkau, drone digunakan untuk membantu melihat kondisi dari udara. Pemantauan juga dilakukan melalui menara pantau api.

Di sisi kesiapsiagaan, Musim Mas Group menyiapkan regu pemadam yang dilatih secara berkala dan dilengkapi mobil serta peralatan pemadaman. Perusahaan juga membuat embung sebagai salah satu sumber air untuk mendukung respons cepat apabila terjadi kebakaran.

Tidak hanya di wilayah operasional, upaya pencegahan juga melibatkan masyarakat melalui program Masyarakat Bebas Api (MBA) yang telah dijalankan oleh perusahaan sejak 2016. Program ini mendorong masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan melalui edukasi, peningkatan kapasitas, pemantauan dan patroli, serta penyediaan sarana pendukung pemadaman.

Salah satu fokusnya adalah mendorong praktik pembukaan lahan tanpa bakar, sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali potensi kebakaran dan melakukan penanganan awal. Perusahaan juga memberikan penghargaan kepada desa-desa yang berhasil bebas dari api selama satu tahun penuh.

Dengan pendekatan tersebut, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul, tetapi dimulai dari membangun kesiapsiagaan dan kepedulian bersama.

Bagi Musim Mas Group, menghadapi karhutla bukan hanya tentang seberapa cepat api dapat dipadamkan. Di tengah musim kemarau yang panjang, pekerjaan juga berarti memastikan tim tetap siap, masyarakat mendapat dukungan ketika membutuhkan, dan upaya pencegahan terus berjalan agar risiko kebakaran dapat ditekan bersama.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan