Dilansir dari kanal Youtube Pemerintah Kota Bekasi pada Rabu, 26 Agustus 2026, proyek tersebut resmi memasuki tahap pembangunan pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan fasilitas ini ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun.
“Proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun atau sekitar 70 persen timbulan sampah terolah di kota Bekasi. Dari sisi lingkungan kota Bekasi, diproyeksikan 80 persen penurunan emisi sampah dari TPA, dan 640 ribu ton per tahun pengurangan emisi karbon dari TPA. Dari sisi energi, 55 ribu rumah akan tersuplai energi hijau, 1000 lapangan kerja hijau tercipta, dan 90 persen pengurangan kebutuhan lahan TPA,” ujar Pandu.
Sampahnya Diolah Jadi Energi, Listrik Diserap PLN
Konsep PSEL pada dasarnya adalah Waste-to-Energy, yakni memanfaatkan sampah sebagai sumber energi melalui proses pengolahan di fasilitas khusus.Dilansir dari laman Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, proyek di Bantar Gebang ini dirancang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari dengan produksi listrik hingga 18,5 MW, menggunakan teknologi moving grate incinerator.
Hal tersebut juga disampaikan oleh Kepala Staf TNI AD, Maruli Simanjuntak, dalam Peresmian Pembangunan PSEL Kota Bekasi.
“Kita merencanakan setiap tempat kalau lahannya cukup minimal seribu ton per hari,” ujar Maruli.
Maruli juga menjelaskan konsep pengolahan timbunan sampah lama menjadi bahan bakar cair melalui tahapan landfill mining, pretreatment untuk menghasilkan tanah organik, kemudian pirolisis untuk menghasilkan carbon char yang selanjutnya diolah menjadi bahan bakar cair.
| Baca Juga: PSEL Diyakini Bisa Atasi Permasalahan Sampah di Bekasi |
Bukan Sekadar Menghasilkan Listrik
Target utama PSEL Bekasi bukan cuma menghasilkan listrik, tetapi juga mengurangi beban pengelolaan sampah dan ketergantungan terhadap TPA.“Produk utamanya bukan listrik, tapi lingkungan yang bersih.” ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.
Pandu juga menyebut energi hijau yang dihasilkan fasilitas ini nantinya dapat menyuplai kebutuhan sekitar 55 ribu rumah masyarakat Kota Bekasi.
Dengan investasi Rp3 triliun, proyek ini diharapkan sekaligus menjadi solusi lingkungan, menghasilkan energi, membuka lapangan kerja, dan mengurangi kebutuhan lahan TPA secara signifikan. (Wisa Irena Br Sitepu)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda