Bertempat di Kawasan Industri Makassar (KIMA), peluncuran ini bertujuan memperkuat ketangguhan usaha petani rumput laut skala kecil melalui pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan pencatatan usaha, transparansi rantai pasok, serta akses terhadap layanan keuangan formal.
e-Seaweed merupakan platform digital yang dikembangkan dan dimiliki oleh KOSPERMINDO. Platform ini mencatat aktivitas budidaya dan pergudangan, transaksi, serta data petani untuk meningkatkan ketertelusuran, pengendalian mutu, dan visibilitas rantai pasok, sekaligus mendukung perencanaan usaha dan proyeksi produksi.
Baca juga: Menjaga Akses Petani di Tengah Pembangunan Infrastruktur Way Kambas |
Pada tahap awal, sekitar 200 petani rumput laut di Kabupaten Takalar akan bergabung dalam platform ini, dari sekitar 2.000 petani yang menjadi anggota KOSPERMINDO. Inisiatif ini juga akan memberikan peningkatan kapasitas bagi pengelola koperasi dan komunitas petani, termasuk melalui edukasi keuangan, kewirausahaan, dan praktik usaha hijau.
“Memperluas inklusi keuangan membutuhkan informasi yang andal, kapasitas usaha yang lebih kuat, serta ekosistem yang memungkinkan lembaga keuangan melayani usaha kecil dengan lebih baik. Melalui TPAKD, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat, sementara data digital dapat membantu menghubungkan masyarakat produktif dengan layanan keuangan yang bertanggung jawab,” ujar Moch. Muchlasin, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Peluncuran ini juga ditandai dengan penyerahan simbolis fasilitas Pembiayaan Resi Gudang dari Bank Sulselbar kepada KOSPERMINDO, yang menunjukkan bagaimana pencatatan usaha dan sistem rantai nilai yang lebih baik dapat membuka peluang pembiayaan yang nyata.
“Pencatatan yang lebih baik, ketertelusuran, dan Sistem Resi Gudang dapat membantu petani skala kecil dan koperasi meningkatkan nilai komoditas mereka sekaligus membuka peluang yang lebih besar untuk memperoleh pembiayaan,” ujar Diah Sandita Arisanti, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas, Bappebti, Kementerian Perdagangan.
Bagi KOSPERMINDO, inisiatif ini melanjutkan pengembangan platform e-Seaweed yang telah ada sekaligus memperluas pemanfaatannya bagi para petani anggota di Sulawesi Selatan.
“Bagi koperasi kami, e-Seaweed membantu memperkuat pengelolaan usaha, meningkatkan transparansi, serta membangun kepercayaan dengan pembeli dan lembaga keuangan. Dengan demikian, petani kami memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh pembiayaan dan mengembangkan usahanya,” ujar Arman Arfah, Ketua KOSPERMINDO.
Upaya Mendorong Pelaku UMKM
Simrin Singh, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, menyampaikan bahwa inisiatif ini didukung melalui proyek ILO berjudul Mendorong Usaha Mikro dan Kecil melalui Peningkatan Akses Pengusaha terhadap Layanan Keuangan Fase II (Promise II Impact). Didanai oleh Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO), proyek ini bekerja sama dengan lembaga pemerintah, penyedia jasa keuangan, dan pelaku rantai nilai untuk mendorong layanan keuangan yang inklusif dan sesuai dengan kebutuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).“Melalui e-Seaweed, kami membantu petani rumput laut skala kecil mengubah aktivitas usaha sehari-hari mereka menjadi rekam jejak digital yang kredibel, sehingga meningkatkan visibilitas mereka di mata lembaga keuangan dan membuka peluang pembiayaan yang dapat membantu mereka mengembangkan usaha serta membangun penghidupan yang lebih tangguh,” ujar Simrin.
“e-Seaweed melanjutkan kerja sama jangka panjang Swiss dengan Indonesia di sektor rumput laut dengan menjawab salah satu tantangan utama yang masih dihadapi, yaitu akses terhadap pembiayaan. Dengan menghubungkan pencatatan digital dengan layanan keuangan, inisiatif ini menunjukkan bagaimana teknologi dan kemitraan yang kuat dapat menciptakan peluang nyata bagi petani skala kecil,” ujar Konstantin Obolensky, Duta Besar-designate Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN.
Peluncuran tingkat tinggi ini menghadirkan perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan/Bappebti, OJK, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kedutaan Besar Swiss, Bank Sulselbar, KOSPERMINDO, ILO, serta perwakilan lembaga keuangan dan sektor rumput laut.
Peluncuran ini merupakan kelanjutan dari kegiatan lapangan yang dilaksanakan di Desa Ujung Baji, Kabupaten Takalar, pada 23 September, ketika para mitra berinteraksi langsung dengan komunitas petani rumput laut, memperkenalkan proses pendaftaran dan pendataan petani melalui sistem e-Seaweed, serta mendorong pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.