Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: dok Kemenperin.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: dok Kemenperin.

Pembelian Produk Dalam Negeri Bakal Dongkrak Produksi Obat Lokal dengan TKDN Tinggi

Husen Miftahudin • 01 April 2022 06:21
Jakarta: Langkah pemerintah yang mengoptimalkan pembelian produk dalam negeri melalui business matching diyakini dapat mendongkrak produksi obat lokal dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sendiri menargetkan nilai capaian penggunaan produk dalam negeri melalui pengadaan barang dan jasa sebesar 80 persen.
 
"Kami harapkan komitmen yang sama dari pengguna wajib produk dalam negeri lainnya untuk menetapkan target capaian penggunaan produk dalam negeri," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, Jumat, 1 April 2022.
 
Terkait dengan keikutsertaan industri farmasi dalam business matching, Agus menambahkan acara tersebut sebagai langkah inisiatif pemerintah yang akan menciptakan efek domino ekonomi untuk UMKM, para petani, dan pedagang bahan baku herbal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apabila setiap aktivitas ekonomi memberikan multiplier efek kepada UMKM, ini akan memiliki kontribusi yang sangat besar dalam perekonomian Nasional," tuturnya.
 
Hal senada disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebutkan anggaran pemerintah pusat terutama pada belanja barang dan belanja modal melalui APBN 2022 sebesar Rp538,9 triliun dapat digunakan sebesar-besarnya untuk belanja produk dalam negeri, yang belum termasuk belanja pemerintah daerah.
 
"Harapan dari upaya ini adanya multiplier effect yang manfaatnya akan sangat terasa bagi kemajuan industri dan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri juga bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM)," ungkap Luhut.
 
Sementara itu, Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Nila Kumalasari menyampaikan harapannya agar business matching ini dapat meningkatkan pembelian dan penggunaan produk dalam negeri oleh instansi pemerintah.
 
"Melalui business matching ini, pelaku industri dalam negeri atau UMKM, IKM, dan artisan akan mendapatkan jaminan pasar sehingga dapat mempersiapkan produksinya untuk bisa memenuhi kebutuhan pasar pemerintah," harap dia.
 
President Director PT Dexa Medica V. Hery Sutanto menyatakan apresiasinya atas upaya pemerintah dalam program Bangga Buatan Indonesia yang ditindaklanjuti dengan business matching. Upaya ini diyakini akan membantu membangkitkan kemauan industri farmasi dalam memproduksi produk dalam negeri dengan TKDN yang tinggi.
 
"Melalui business matching ini, potensi belanja pasar domestik untuk kebutuhan produk farmasi semakin terbuka lebar. Komitmen yang dilakukan antara pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk belanja produk farmasi dalam negeri ber-TKDN tinggi harapannya menjadi kebangkitan kemandirian farmasi nasional yang dampaknya tidak hanya untuk industri, tetapi kami juga bagi mitra binaan para petani yang membudidayakan bahan baku melalui produk obat modern asli Indonesia," pungkasnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif