Ilustrasi kenaikan tarif listrik picu inflasi - - Foto: MI/ Andri Widyanto
Ilustrasi kenaikan tarif listrik picu inflasi - - Foto: MI/ Andri Widyanto

Inflasi RI 2022 Diramal Tembus 4,8%

Antara • 11 Mei 2022 10:10
Jakarta: Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Katarina Setiawan memprediksi inflasi Indonesia akan mencapai 4,4 persen sampai 4,8 persen tahun ini.

“Memang lebih tinggi dari biasa namun secara dibandingkan negara lain dan kondisi Indonesia satu dekade lalu misalnya pada 2013 yang mencapai delapan persen maka kondisi inflasi ini jauh lebih baik,” katanya dikutip Rabu, 11 Mei 2022.

Katarina menuturkan prediksi tersebut didasarkan jika harga-harga yang dikendalikan pemerintah atau administered prices seperti bahan bakar minyak (BBM), tarif dasar listrik (TDL) dan harga gas masih naik.

Menurutnya, meski perkiraan tersebut cenderung lebih tinggi dari biasa namun masih lebih baik dibandingkan negara lain maupun pengalaman realisasi inflasi pada 2013 yang mencapai delapan persen.

Katarina mengaku optimistis inflasi Indonesia akan tetap dalam kendali seiring adanya upaya mewujudkan fundamental makroekonomi yang solid melalui sinergi dan kesiapan pemerintah bersama bank sentral.

“Kami optimis inflasi Indonesia akan tetap dalam kendali,” tegasnya.

Terlebih lagi, Bank Indonesia juga menyatakan tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga karena peningkatan inflasi dan akan mengutamakan pendekatan lain seperti menaikkan giro wajib minimum (GWM).

Bank Indonesia akan memantau inflasi inti dan tidak akan menaikkan suku bunga berdasarkan dampak instan dari kenaikan administered prices.


Berdasarkan komitmen Bank Indonesia, MAMI pun memperkirakan akan ada dua sampai tiga kali kenaikan suku bunga BI yang mencapai empat persen hingga 4,25 persen sampai akhir 2022.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(Des)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan