Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Ini Hal yang Harus Diketahui Penjual di Platform Belanja Online

Ade Hapsari Lestarini • 09 Desember 2021 18:46
Jakarta: Berbelanja online menjadi salah satu kegemaran banyak orang karena mudah dan praktis. Apalagi saat ini masih terjadi pandemi covid-19, sehingga orang lebih memilih transaksi yang lebih aman.
 
Namun demikian, ada hal yang harus diketahui masyarakat, khususnya pemilik toko dalam sebuah platform belanja. Salah satunya yakni perlindungan merek.
 
Direktur Merek dan Indikasi Geografis pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Nofli mengatakan, perlindungan terhadap merek terdaftar menjadi hal yang penting untuk produk yang dijual di platform belanja online.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab penjual dan platform belanja online kepada konsumen, sehingga diharapkan konsumen membeli dan mendapatkan produk asli dan terhindar dari produk palsu yang ditawarkan," ungkap Nofli, Kamis, 9 Desember 2021.
 
Menurut dia, platform belanja online juga perlu lebih aktif mengambil langkah-langkah preventif dengan melakukan verifikasi dan memastikan produk yang dijual adalah produk asli.

Perlindungan merek

Perlindungan merek ini terkait keputusan Pengadilan baru-baru ini yang menyatakan produsen dan distributor botol tinta Epson palsu bersalah dan menjatuhkan hukuman penjara satu tahun dan enam bulan beserta denda Rp500 juta.
 
Pada 7 April 2021, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat menyatakan Amrizal Als Malik bersalah melakukan tindak pidana secara tidak sah menggunakan merek yang sama dengan merek dagang terdaftar milik Epson untuk barang sejenis yang diperdagangkan.
 
Dalam sidang pengadilan, Amrizal mengakui telah mendistribusikan botol tinta palsu ke Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Medan, Padang, dan Makassar, yang dikirimkan melalui paket. Dalam satu minggu, Amrizal mampu memproduksi sekitar 200-300 botol tinta, dan pada bulan-bulan tertentu mampu memproduksi 1.000 botol tinta untuk didistribusikan, tergantung pesanan yang diterimanya. Total keuntungan yang diraih Amrizal dalam waktu singkat sekitar satu tahun mencapai sekitar Rp200 juta.
 
Manajer Asia Pasifik untuk React, Jonathan Selvasegaram, sebuah organisasi antipemalsuan nirlaba yang mewakili lebih dari 300 pemegang merek, termasuk Epson.
 
"Dia mengatakan, setiap bulan, React bekerja sama dengan platform daring di Indonesia untuk menghapus iklan botol tinta Epson palsu. Botol tinta palsu merupakan masalah besar di Indonesia. Botol tinta dan cartridge diproduksi tanpa pengendalian mutu, sehingga kemungkinan besar akan menimbulkan kerusakan pada printer bila digunakan. Kemampuan printer untuk tetap berfungsi dengan kinerja sesuai spesifikasi tidak lagi dapat dijamin," jelasnya.
 
Oleh karena itu, penggunaan botol tinta atau kartrij palsu akan membatalkan sebagian besar jaminan printer. Hal ini dapat menimbulkan masalah besar bagi konsumen maupun dunia usaha.
 
Direktur Eksekutif Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) Justisiari P. Kusumah menambahkan keputusan ini merupakan keputusan penting bagi pemegang merek, karena menegaskan komitmen Kepolisian dan Pengadilan terhadap perlindungan atas kekayaan intelektual sekaligus perlindungan konsumen.
 
"Kami sangat menyarankan Kepolisian untuk menggalakkan kerja sama para platform belanja daring dalam menangani masalah barang palsu yang dijual melalui situs web mereka. Oknum penjual daring berpikir mereka berada di posisi yang aman apabila melakukan penjualan melalui platform belanja daring tersebut. Oleh karenanya, penting bagi Kepolisian untuk menangani pelanggaran merek melalui media platform daring ini sebagaimana mereka menangani masalah pemalsuan di pusat perbelanjaan," papar Justisiari.
 
Guna membantu konsumen memeriksa keaslian tinta printer Epson yang dibeli, Epson telah meluncurkan inisiatif pemeriksaan mandiri yang baru di Indonesia untuk membantu konsumen melakukan verifikasi atas produk tinta Epson yang dibeli melalui ponsel masing-masing.
 
Menurut Epson Asia Tenggara, konsumen dapat memeriksa keaslian produk dengan memindai kode QR di kemasan produk menggunakan aplikasi ponsel tanpa biaya. Aplikasi ponsel tersebut Epson Genuine dan dapat diperoleh di app stores untuk ponsel pintar berbasis iOS dan Android.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif