Korban Gempa NTT. Foto: Bidang Komunikasi Kebencanaan.
Korban Gempa NTT. Foto: Bidang Komunikasi Kebencanaan.

Sinergi BUMN Perkuat Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Arif Wicaksono • 27 Agustus 2026 12:48

Jakarta: Sinergi antar-Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diperkuat untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.
 
Kolaborasi tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyaluran bantuan tanggap darurat dari PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re melalui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) qq YBM BRILiaN.

Indonesia Re menyalurkan bantuan dana tanggap darurat sebagai bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN. Dalam mekanisme penyalurannya, BRI qq YBM BRILiaN ditunjuk sebagai BUMN Koordinator di wilayah NTT untuk memastikan bantuan dari berbagai pihak dapat diteruskan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Penyerahan bantuan dari Indonesia Re diwakili Kepala Divisi TJSL & ESG Indonesia Re, Mardian Adhitya, dan berlangsung di Kantor Pusat BRI pada 19 Agustus 2026.

Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya BUMN untuk mempercepat dukungan bagi masyarakat di tengah kondisi tanggap darurat akibat gempa yang melanda sejumlah wilayah di NTT.

Berdasarkan data BNPB per 19 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, gempa berdampak pada 11 kabupaten/kota. Bencana tersebut menyebabkan 70 orang meninggal dunia, 1.184 orang luka atau sakit, serta 40.216 orang mengungsi.

Selain korban jiwa dan pengungsian, sebanyak 11.950 rumah mengalami kerusakan. Sebanyak 436 fasilitas publik dan rumah ibadah juga tercatat terdampak. Jumlah pengungsi terbanyak berada di Kabupaten Manggarai Timur.

Direktur Utama Indonesia Re, Robbi Yanuar Walid, mengatakan kolaborasi dan semangat gotong royong menjadi bagian penting dari peran BUMN dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Dalam situasi seperti ini, semangat gotong royong menjadi sangat penting. Sebagai bagian dari BUMN, membantu masyarakat Indonesia yang terdampak bencana merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kami,” ujar Robbi Yanuar Walid.

Menurutnya, bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap proses pemulihan pascabencana.

Sementara itu, Mardian Adhitya menilai kolaborasi antar-BUMN menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan bantuan dan memastikan dukungan dapat diterima masyarakat di wilayah terdampak.

“Indonesia Re berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Melalui kolaborasi dengan BRI qq YBM sebagai BUMN Koordinator, kami ingin memastikan kepedulian dan dukungan dari Indonesia Re dapat tersalurkan kepada masyarakat di wilayah terdampak,” kata Mardian.

Melalui kolaborasi tersebut, bantuan Indonesia Re menjadi bagian dari upaya bersama BUMN dalam merespons dampak bencana di NTT. Sinergi melalui BUMN koordinator juga diharapkan membuat proses penyaluran bantuan lebih terarah dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Indonesia Re menilai keterlibatan dalam penanganan bencana merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus implementasi semangat BUMN untuk Indonesia. Dukungan bersama antar-BUMN diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat, tetapi juga turut mendukung pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak gempa di NTT.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan