Presiden Prabowo Subianto memerintahkan bantuan beras tetap disalurkan pada Oktober, November, dan Desember.
| Baca Juga: RI Mulai Ekspor Beras ke Malaysia, Sinyal Indonesia Makin Mandiri Pangan |
Sebanyak 33,2 juta keluarga yang masuk kategori desil 1-4 akan mendapatkan bantuan sebanyak 10 kilogram beras per keluarga setiap bulan.
Artinya, kalau program berjalan sesuai arahan tersebut, penerima masih akan mendapatkan bantuan beras selama tiga bulan terakhir tahun ini.
"Arahan Bapak Presiden itu (bantuan beras) dilanjutkan di bulan-bulan selanjutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto setelah rapat terbatas dikutip dari Metrotvnews.
Bulan Ini Dapat 30 Kilogram Sekaligus
Buat penerima bantuan yang sedang menunggu beras tahap kedua, ada mekanisme yang sedikit berbeda. Penyaluran tahap kedua yang ditargetkan selesai pada September 2026 dilakukan dengan sistem rapel. Karena itu, penerima mendapatkan 30 kilogram beras sekaligus pada bulan ini.Setelah itu, bantuan kembali diberikan setiap bulan sesuai skema yang telah ditetapkan pemerintah.
Selain membahas bantuan beras, Presiden Prabowo dalam rapat tersebut juga memberikan arahan mengenai kesiapan pemerintah menghadapi El Nino. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap sektor pangan, pertanian, hingga kehidupan masyarakat.
Rapat terbatas di Istana Kepresidenan tersebut dihadiri sejumlah menteri dan pejabat terkait.
Di antaranya Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Hadir pula Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta sejumlah pejabat lainnya. Pimpinan sejumlah bank besar seperti BRI, Mandiri, BNI, BTN, dan Bank Syariah Indonesia juga turut hadir. Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya menyiapkan bantuan sosial, tetapi juga mengantisipasi berbagai tantangan ekonomi dan pangan hingga akhir tahun.