Perrtamina. Foto: MI/Immanuel Antoniua.
Perrtamina. Foto: MI/Immanuel Antoniua.

Satgas Ramadan Pertamina Dinilai Berhasil Jaga Stabilitas Pasokan Energi

Arif Wicaksono • 15 Maret 2026 12:00
Jakarta: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut, Pertamina mampu menjaga pasokan dan distribusi energi kepada masyarakat. Termasuk melalui pengoperasian Satgas Ramadan dan Idulfitri, yang bertugas 9 Maret-1 April 2026 di seluruh Indonesia. 
 

“YLKI menilai, pembentukan Satgas Ramadan dan Idul Fitri  oleh PT Pertamina (Persero) merupakan langkah yang baik dan positif,” kata Ketua YLKI, Niti Emiliana dalam keteranganya, 
 
Niti sependapat, Pertamina tentu sudah mempersiapkan Satgas Ramadhan dan Idulfitri sebaik mungkin. Karena itu dia meyakini, seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini pun BUMN energi tersebut bisa menjaga stok pasokan BBM dan LPG dengan baik.
 
Upaya tersebut, menurut Niti sangat penting, mengingat momentum lebaran diprediksi akan memicu lonjakan mobilitas dan ekonomi masyarakat. Selain itu, keberadaan Satgas Ramadhan dan Idul Fitri juga dinilai bisa menjadi penenang dan mencegah kepanikan masyarakat. 

”Dalam kondisi ini, penggunaan konsumsi BBM dan LPG tentu meningkat secara signifikan. Makanya, Pertamina juga harus bersiap,” imbuh Niti. 
 
Niti mencontohkan, langkah Pertamina yang menyiagakan ribuan SPBU dan agen LPG. Dalam pandangan YLKI, langkah tersebut sangat penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi selama arus mudik dan balik lebaran 2026. Apalagi, kata Niti, sebagian besar SPBU dan agen LPG tersebut harus beroperasi 24 jam. 
 
”Dari sisi perlindungan konsumen, langkah Pertamina ini sebagai bentuk antisipasi untuk memastikan keandalan dan kecukupan pasokan, stabilitas, distribusi,” ungkap Niti. 

Distribusi harus merata 

Meski demikian, Niti menyebut beberapa catatan. Pertama, Pertamina harus memastikan distribusi merata, terutama di jalur-jalur mudik; Kedua, melakukan pengawasan terhadap kualitas dan takaran; Dan ketiga, siap tanggap atas aduan atau keluhan konsumen. 
 
Selain itu, Niti juga berharap agar dalam kondisi geopolitik seperti sekarang, Pemerintah dan Pertamina bisa terus menjaga ketahanan energi secara berkelanjutan. “Jadi, bukan hanya saat momentun lebaran saja,” ujarnya.
 
Tidak hanya upaya menjaga pasokan dan distribusi energi. Terkait layanan pendukung seperti Serambi MyPertamina di SPBU, Niti juga menilai positif. Dengan total 43 titik yang tersebar di berbagai rest area tol, non-tol, bandara, pelabuhan, dan stasiun kereta api, Niti menyebut bahwa Serambi MyPertamina sangat istimewa. 
 
Menurut Niti, pemudik bisa beristirahat sambil menikmati berbagai fasilitas yang disediakan di Serambi MyPertamina. Antara lain musola, mini klinik, area bermain anak, kursi pijat, makan dan minum gratis, dan bahkan tukang cukur. 
 
“Serambi MyPertamina menjadi penawaran layanan tambahan yang lebih istimewa untuk konsumen. Konsumen bisa memanfaatkan fasilitas tersebut, seperti cek kesehatan,  kursi pijat, dan sebagainya,” ujar Niti. 
 
Sebelumnya, Pertamina secara resmi mengoperasikan Satgas Ramadhan dan Idul Fitri 2026. guna memastikan keandalan pasokan serta kelancaran distribusi energi nasional selama periode Ramadhan hingga lebaran. Satgas  bertugas mulai 9 Maret hingga 1 April 2026 di seluruh wilayah Indonesia.
 
Pertamina juga menyiagakan 7.885 SPBU, 6.777 pertashop, 6.662 agen LPG,757 SPBE dan 223 agen minyak tanah. Selain itu, juga 96 unit layanan modular BBM dan 62 Kiosk Pertamina, Motorist BBM 200 unit, PDS Bright Gas 2.701 outlet, mobil tangki stand by sebanyak 200 unit, dan 41 unit Serambi My Pertamina. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan