Tanaman Hoya. Foto: Shuterstock.
Tanaman Hoya. Foto: Shuterstock.

Kementan Dorong Hoya Indonesia Naik Kelas Jadi Komoditas Tanaman Hias

Arif Wicaksono • 14 Agustus 2026 09:04
Yogyakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pengembangan Hoya Indonesia agar tidak hanya dikenal sebagai tanaman koleksi, tetapi juga dapat tumbuh menjadi komoditas tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.
 
Upaya tersebut dilakukan melalui pendaftaran dan dokumentasi varietas Hoya untuk memastikan kekayaan sumber daya genetik tanaman Indonesia memiliki identitas, terlindungi, serta dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
 
Baca juga:  Mentan Dukung Ekspor Satu Pintu, Yakin Indonesia Bisa Jadi Penentu Harga Komoditas Dunia

Komitmen itu ditandai dengan penyerahan Tanda Daftar Varietas (TDV) Hoya yang dirangkaikan dengan peluncuran buku Hoya Plantation: Plasma Nutfah Genetika yang Dihargai Dunia karya Hervia Latuconsina Budi. Kegiatan tersebut juga diisi dengan pameran Hoya dan anggrek spesies yang diselenggarakan Perkumpulan Pelestari Tanaman Hoya Indonesia (PPTHI).
 
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) Leli Nuryati mengatakan pendaftaran varietas Hoya dapat dilakukan melalui Pusat PVTPP, baik secara online maupun offline.

Menurut dia, pendaftaran varietas tidak sebatas urusan administrasi. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan, mengakui, melestarikan, dan mengembangkan kekayaan tanaman Indonesia.
 
"Pendaftaran varietas bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab untuk menjaga identitas, keberadaan, dan keberlanjutan varietas tersebut," ujar Leli dalam keterangan tertulis, Kamis, 13 Agustus 2026.
 
Berdasarkan data Pusat PVTPP, hingga kini telah diterbitkan 25 TDV Hoya atas nama Bupati Sleman. Sebanyak 10 varietas terdaftar pada 2024, lima varietas pada 2025, dan 10 varietas pada 2026.
 
Lima varietas yang terdaftar pada 2025 yakni Arum Pethak, Keningar, Matasari, Re Surai, dan Kembang Roket.
 
Sementara itu, 10 varietas yang terdaftar pada 2026 terdiri atas Si Tangkai Merah, Juntai Pastika, Citra Manah, Patera Garib, Wangijambera, Meta Arunika, Dolipink, Katra Aruna, Manusa, dan Ronsina.
 
Leli menegaskan pendaftaran tersebut harus diikuti dengan upaya menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkan varietas secara berkelanjutan agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
 
"Selain memiliki nilai konservasi, Hoya juga menyimpan potensi ekonomi yang besar. Keragaman bentuk, warna, corak daun, dan bunga membuat tanaman ini memiliki daya tarik sebagai tanaman hias," kata dia.

Dari Tanaman Koleksi Jadi Komoditas

Ketua Kelompok Pendaftaran dan Pelepasan Varietas Tanaman Nani Suwarni mengatakan pengembangan Hoya membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, pemulia, peneliti, pelestari, hingga pelaku usaha.
 
Kolaborasi tersebut penting agar Hoya tidak berhenti sebagai tanaman koleksi, tetapi dapat dikembangkan menjadi komoditas tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar.
 
"PPTHI yang telah berbadan hukum dan memiliki jejaring di berbagai daerah juga terus melakukan eksplorasi, identifikasi, perawatan, dan dokumentasi Hoya. Dukungan BRIN turut diberikan dalam proses identifikasi dan pendokumentasian berbagai jenis Hoya," kata Nani.
 
Menurut dia, peluncuran buku Hoya Plantation: Plasma Nutfah Genetika yang Dihargai Dunia juga menjadi bagian penting dari upaya mengenalkan kekayaan Hoya Indonesia kepada masyarakat.
 
Buku karya Hervia Latuconsina Budi tersebut mendokumentasikan keragaman Hoya sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan ketertarikan masyarakat terhadap tanaman tersebut.
 
"Hoya Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa. Buku ini merupakan warisan untuk anak bangsa agar kekayaan tersebut dapat terus digali, dikenalkan, dan diwariskan kepada generasi muda," ujar Nani.

Generasi Muda Perlu Terlibat

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menilai sumber daya genetik merupakan kekayaan yang menjadi tanggung jawab bersama.
 
Menurut dia, upaya pelestarian tidak bisa hanya mengandalkan generasi yang sudah lebih dulu berkecimpung di bidang tanaman. Generasi muda juga perlu dilibatkan agar kekayaan hayati Indonesia tetap terjaga sekaligus dapat dikembangkan menjadi sumber manfaat ekonomi.
 
"Seharusnya yang menjaga bukan hanya yang sudah pensiun, tetapi juga anak-anak muda. Bagaimana alam memberikan manfaat dan bagaimana kekayaan yang kita miliki dapat terus dikembangkan," kata dia.
 
Pemerintah daerah juga masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengembangkan varietas yang telah terdaftar agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
 
Sejumlah program, seperti Jogja Benih, Tani Lestari, dan berbagai pelatihan diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat pengembangan tanaman dan sumber daya genetik daerah.
 
"Ke depan, pengembangan tidak hanya diarahkan pada Hoya dan anggrek, tetapi juga berbagai tanaman potensial lainnya, termasuk pisang," ujar dia.

Hoya dan Potensi Ekonomi Kekayaan Hayati

Pengembangan Hoya menunjukkan bahwa kekayaan hayati Indonesia tidak selalu harus berawal dari industri berskala besar. Tanaman yang dirawat oleh komunitas, pengetahuan yang didokumentasikan, hingga varietas yang didaftarkan dapat menjadi bagian dari investasi kekayaan hayati untuk masa depan.
 
Bagi generasi muda, Hoya juga menawarkan peluang untuk menghubungkan konservasi dengan ekonomi kreatif, budidaya, hingga bisnis tanaman hias. Keragaman bentuk dan karakter Hoya menjadi modal untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan kekayaan flora Indonesia.
 
Kementan pun berkomitmen mendorong kemudahan pendaftaran varietas tanaman sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
 
"Dengan sinergi tersebut, Hoya diharapkan semakin dikenal sebagai bagian dari kekayaan hayati Indonesia sekaligus mampu memiliki daya saing di pasar nasional," ujar Leli.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan