Mendag Zulkifli Hasan melepas produk tekstil. Istimewa.
Mendag Zulkifli Hasan melepas produk tekstil. Istimewa.

Lepas Ekspor Produk Tekstil USD400 Ribu, Mendag: Momentum Perluas Akses Pasar

Juven Martua Sitompul • 13 Agustus 2022 14:56
Sumedang: Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) melepas ekspor produk tekstil PT Kewalram di Sumedang, Jawa Barat, hari ini. Produk tekstil yang diekspor adalah benang poliester sebanyak 10 kontainer senilai USD400 ribu dengan tujuan Jerman, Polandia, Malaysia, India, dan Estonia.
 
Selain negara tradisional, PT Kewalram kini telah mulai mengekspor produk-produknya ke negara nontradisional. Untuk itu, kata Zulhas, pelepasan ekspor ini menjadi momentum perluasan akses pasar untuk produk-produk Indonesia dan pemulihan ekonomi nasional pascapandemi covid-19.
 
"Pelepasan ekspor ini dapat menjadi momentum perluasan pasar ekspor produk Indonesia ke depan dan menjadi penggerak roda ekonomi Indonesia di masa pemulihan setelah pandemi," kata Zulhas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mendag menyampaikan pada 2021 Indonesia berada di urutan ke-15 sebagai negara eksportir tekstil dan produk tekstil (TPT) terbesar dengan peningkatan sebesar 25,28 persen dibandingkan 2021. Pada periode Januari-Mei 2022, nilai ekspor TPT Indonesia ke dunia mencapai USD5,5 miliar.
 
Nilai ini naik 22 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD4,2 miliar. Sementara itu, nilai impor TPT dunia pada 2021 mencapai USD403,62 miliar, dengan angka pertumbuhan 2020-2021 sebesar 22,46 persen. Peningkatan ini menandakan penjualan produk fesyen mulai pulih secara global pada 2022.
 
Lima besar negara importir TPT terbesar di dunia adalah Amerika Serikat, Jerman, Tiongkok, Prancis, dan Vietnam. Kelima negara ini termasuk dalam 60 negara yang menjadi tujuan ekspor PT Kewalram selama ini.
 
"Saya mengapresiasi PT Kewalram yang terus mendorong peningkatan ekspor dengan menjadi salah satu produsen tekstil yang produktif sehingga dapat berkontribusi pada pemulihan ekonomi Indonesia. Perusahaan seperti ini akan terus kami dukung. Bila perusahaan yang berorientasi ekspor maju Indonesia juga akan maju," kata Mendag.
 
Zulhas juga mengungkapkan Indonesia patut bersyukur dan bangga atas kinerja perdagangan pada Juni 2022. Pada periode ini, Indonesia berhasil mencatatkan surplus sebesar USD5,09 miliar yang disumbang surplus nonmigas sebesar USD7,23 miliar.
 

Baca: Kemenperin Dorong Industri TPT Terus Tumbuh dan Atasi Tantangan


Secara kumulatif neraca perdagangan Indonesia semester I (Januari–Juni) 2022 mencatatkan surplus sebesar USD24,89 miliar. Surplus ini didukung sektor nonmigas USD36,59 miliar.
 
Menurut dia, berbagai tantangan global yang dihadapi, seperti pandemi covid-19, situasi geopolitik yang menyebabkan krisis pangan dan energi, inflasi dunia yang meningkat tidak menyurutkan kinerja positif neraca perdagangan Indonesia. Bahkan, surplus perdagangan semester I 2022 merupakan terbesar sepanjang sejarah bangsa Indonesia.
 
"Capaian kinerja perdagangan ini tidak terlepas dari peran pelaku usaha Indonesia yang terus menerus melakukan aktivitas ekspor ke berbagai negara mitra dagang Indonesia," tegas Zulhas.
 
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja mengungkapkan API akan terus mendukung kebijakan pemerintah untuk meningkatkan ekspor produk Indonesia, khususnya produk TPT. Menurut dia, diperlukan perlindungan dan pengaturan dalam industri TPT dalam negeri agar memiliki kesempatan dan peluang yang sama sehingga dapat bersaing dengan produk TPT luar negeri yang memasuki pasar Indonesia.
 
Hal senada disampaikan Presiden Direktur PT Kewalram Masuvathi Ramier Krishnamurthy. Dia menyebut pihaknya mengapresiasi langkah Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang telah memfasilitasi kegiatan pelepasan ekspor sekaligus mendengar aspirasi pelaku usaha tekstil.
 
PT Kewalram merupakan perusahaan tekstil terintegrasi besar yang meliputi pemintalan, bordir, garmen, dan rumah pewarna dan menghasilkan beragam produk tekstil seperti benang, kain, dan pakaian jadi.
 
Produk PT Kewalram tersebut telah memenuhi berbagai standar kualitas yang diakui secara internasional, seperti Sertifikasi Standar Daur Ulang Global (GRS), Standar Tekstil Organik Global (GOTS), Forest Stewardship Council (FSC), Standar Konten Organik (OCS), Standar KlaimDaur Ulang (RCS), Lisensi COTTON USA, Lisensi Supima, serta Sertifikat Perdagangan yang Adil dan Kapas BCI.
 
Perusahaan yang sudah beroperasi sejak 1976 ini merupakan salah satu penerima akreditasi ISO 9001 & OEKOTEX untuk manajemen mutu yang pertama di Indonesia.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif