Ilustrasi CNG. Foto: PGN
Ilustrasi CNG. Foto: PGN

Energi Alternatif Makin Dibutuhkan, PGN Gagas Dorong CNG Masuk Bauran Nasional

Annisa ayu artanti • 30 April 2026 19:18
Ringkasnya gini..
  • PGN Gagas dorong CNG sebagai pelengkap bauran energi nasional.
  • Infrastruktur dan distribusi CNG siap diperluas ke berbagai sektor.
Jakarta: Upaya memperkuat ketahanan energi nasional terus didorong dari berbagai sektor. Salah satunya melalui pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) yang kini semakin dilirik sebagai alternatif energi yang fleksibel dan berbasis sumber daya dalam negeri.
 
PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), menyambut positif langkah pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang tengah mengkaji pemanfaatan CNG sebagai bagian dari bauran energi nasional.

CNG bukan pengganti, tapi pelengkap energi

Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, menyampaikan bahwa pengembangan CNG perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkaya pilihan energi, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah.
 
“Kami melihat ini bukan soal menggantikan satu energi dengan energi lain, melainkan memperluas pilihan. Masyarakat maupun pelaku usaha membutuhkan akses terhadap beragam sumber energi yang andal, terjangkau, dan berbasis sumber daya dalam negeri. CNG merupakan salah satu opsi energi yang telah tersedia dan dapat terus dikembangkan secara bertahap sesuai dengan arah kebijakan pemerintah,” ujar Santiaji dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 April 2026.
 
Baca juga: Hemat dan Stabil! BBG Bisa Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan

Selama lebih dari satu dekade, PGN Gagas telah menghadirkan CNG sebagai solusi energi untuk segmen industri, komersial, UMKM hingga transportasi. 

Pada tahun 2025, PGN Gagas menyalurkan sekitar 4.656.449 MMBTU gas bumi melalui layanan CNG dan LNG (Liquefied Natural Gas) untuk berbagai segmen tersebut.

Infrastruktur siap dukung ekspansi CNG

Dari sisi infrastruktur, PGN Gagas saat ini mengoperasikan 14 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di 7 provinsi, dengan rata-rata pengisian sekitar 2.200 kendaraan per hari untuk layanan Gasku. 
 
Sementara itu, layanan Gaslink untuk segmen industri, komersial, dan UMKM telah melayani lebih dari 600 pelanggan dengan total penyaluran mencapai 4.067.002 MMBTU sepanjang 2025.
 
Dengan dukungan fasilitas kompresi gas, armada Gas Transport Module (GTM), serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya, PGN Gagas memiliki fondasi operasional untuk mendukung pengembangan pemanfaatan CNG secara bertahap. 
 
Pengembangan ini akan terus diselaraskan dengan arah kebijakan pemerintah, termasuk mempertimbangkan aspek keekonomian, kesiapan infrastruktur, serta kebutuhan pasar.
 
Pasokan gas bumi sebagai bahan baku CNG juga terintegrasi dengan jaringan infrastruktur PGN, sehingga mendukung pemanfaatan sumber daya energi domestik secara optimal.
 
PGN Gagas menegaskan bahwa kehadiran CNG merupakan bagian dari ekosistem energi nasional yang saling melengkapi. Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, PGN Gagas berkomitmen untuk tumbuh bersama bukan bersaing dengan berbagai jenis energi lainnya, sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing segmen pengguna.
 
“Semakin beragam pilihan energi yang tersedia, semakin kuat ketahanan energi kita sebagai bangsa. CNG hadir sebagai salah satu opsi yang melengkapi energi eksisting dalam kerangka bauran energi nasional,” imbuh Santiaji.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan