Salah satu korban selamat KM Virgo Transport 8, Salihin. Foto: Metotv.
Salah satu korban selamat KM Virgo Transport 8, Salihin. Foto: Metotv.

Korban KM Virgo Transport 8 Dengar Suara Keras Sebelum Kapal Terbalik

Arif Wicaksono • 15 September 2026 15:35
Ringkasnya gini..
  • Salah satu korban selamat KM Virgo Transport 8, Salihin, mengaku sempat mendengar suara keras dari badan kapal beberapa kali sebelum insiden terjadi.
  • Salihin mengatakan suara tersebut terdengar saat dirinya sedang beristirahat di dalam kapal.
Jakarta: Kesaksian salah satu korban selamat KM Virgo Transport 8, Salihin, mengungkap detik-detik menegangkan sebelum kapal terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa. Ia mengaku sempat mendengar suara keras dari badan kapal beberapa kali sebelum insiden terjadi.

Salihin mengatakan suara tersebut terdengar saat dirinya sedang beristirahat di dalam kapal. Suara seperti benturan itu pertama kali terdengar sekitar pukul 23.00 WITA, lalu kembali terdengar sekitar tengah malam.
 

Baca juga:  KM Virgo 8 Celaka di Laut Jawa, Pakar ITS Ungkap Pergerakan Terakhir Kapal
 


"Dari jam 11 sudah bunyi, bunyinya 'dagg..' gitu, entah apa yang jatuh, saya enggak tau karena saya penumpang di atas. Saya tiba-tiba kaget, orang lagi bangun tidur. Habis itu, bunyi lagi sekitar jam 12 atau berapa gitu, sudah agak sadar, bunyi lagi 'dagg..' posisi lampu masih menyala," kata Salihin di Banjarmasin, Selasa, 15 September 2026.

Tak lama setelah mendengar suara tersebut, Salihin merasakan kapal mulai miring hingga akhirnya terbalik. Dalam situasi panik, ia berusaha menyelamatkan diri dengan mengenakan pelampung keselamatan atau life jacket.

Salihin kemudian bertahan di bagian buritan kapal yang sudah berada dalam posisi terbalik. Ia berusaha tetap berada di atas badan kapal hingga akhirnya ditemukan dan dievakuasi oleh tim penyelamat.

Menurut Salihin, tidak terdengar alarm peringatan ketika kapal mulai mengalami masalah. Suara yang paling ia ingat justru berasal dari hempasan ombak di sekitar kapal.

"Saya bertahan di atas kapal, saya dengar enggak ada alarm, yang saya denger ombak," ujarnya.

Setelah berhasil dievakuasi, Salihin bersama korban selamat lainnya untuk sementara ditempatkan di sebuah penginapan di Banjarmasin. Mereka masih menunggu kepastian mengenai proses pemulangan ke daerah asal masing-masing.

Salihin mengaku ingin segera kembali ke Cilacap untuk berkumpul dengan keluarganya. Namun, pengalaman kapal terbalik tersebut masih menyisakan trauma bagi dirinya.

Ia juga belum bisa langsung menghubungi keluarga karena kehilangan alat komunikasi ketika berusaha menyelamatkan diri. Kondisi itu membuat keluarganya belum dapat menerima kabar langsung darinya setelah insiden.

Kini, Salihin berharap proses pemulangan dapat segera dilakukan. Ia ingin meninggalkan lokasi pengungsian dan kembali bertemu dengan keluarga setelah melewati pengalaman yang menegangkan di tengah laut.

KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak

KM Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya–Banjarmasin dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan, pada Minggu, 13 September 2026. Kapal tersebut mengangkut 243 orang, termasuk penumpang, awak kapal, dan nakhoda.

Informasi mengenai hilang kontaknya kapal diterima Tim SAR Banjarmasin sekitar pukul 04.10 WIB. Petugas kemudian bergerak menuju Dermaga Basarnas Basirih pada pukul 04.30 WITA untuk mempersiapkan operasi pencarian dan pertolongan.

Selanjutnya, KN SAR Laksmana diberangkatkan menuju lokasi kejadian sekitar pukul 05.30 WITA. Berdasarkan informasi operasi SAR, lokasi kapal berada pada koordinat 4°31'51.82"S 114°2'6.88"E dengan arah haluan atau heading 203,94 derajat.

Lokasi kejadian tersebut berjarak sekitar 80 mil laut atau nautical mile (NM) dari Dermaga SAR Basirih. Tim gabungan kemudian melakukan evakuasi terhadap para penumpang yang ditemukan di sejumlah titik.

Dalam pembaruan awal operasi SAR, sejumlah korban berhasil dievakuasi menggunakan beberapa kapal. Namun, data jumlah korban selamat dan korban meninggal dunia masih perlu disesuaikan dengan pembaruan resmi dari tim gabungan.

Berdasarkan informasi yang tercantum dalam laporan awal, TB Mauhaw IX mengevakuasi 16 orang, terdiri atas 15 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara itu, TB TCP dilaporkan mengevakuasi 38 orang dalam kondisi selamat.

Selain itu, MV Haida juga terlibat dalam proses evakuasi korban KM Virgo Transport 8. Kapal tersebut dilaporkan membawa sejumlah korban selamat menuju lokasi yang telah ditentukan dalam operasi SAR.

Para korban yang dievakuasi TB Mauhaw IX direncanakan dibawa menuju Pelabuhan Tuban berdasarkan informasi dari nakhoda kapal. Adapun korban yang dievakuasi TB TCP dan MV Haida akan diarahkan menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung. Informasi terbaru mengenai jumlah korban, kondisi kapal, serta penyebab pasti KM Virgo Transport 8 terbalik masih menunggu hasil operasi SAR dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan