Jakarta: Kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang terus meningkat, terutama di kalangan generasi muda.
Seiring keterbatasan imbal hasil dari instrumen konvensional, investasi alternatif seperti aset kripto mulai dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi diversifikasi dana pensiun.
Tren ini sejalan dengan perubahan perilaku investor muda yang semakin akrab dengan teknologi dan inovasi finansial. Selain itu, keinginan untuk mengoptimalkan pertumbuhan nilai aset dalam jangka panjang turut mendorong minat terhadap kelas aset digital.
Peluang kripto dalam perencanaan dana pensiun
Sebagai kelas aset yang relatif baru, kripto menawarkan sejumlah peluang bagi investor berorientasi jangka panjang. Salah satunya adalah potensi pertumbuhan nilai yang tinggi, khususnya pada aset kripto yang memiliki fundamental kuat dan tingkat adopsi global yang terus berkembang.
| Baca juga: Upbit Indonesia Sambut Kehadiran ICEX untuk Dorong Ekosistem Kripto |
Kemudahan akses juga menjadi daya tarik tersendiri. Investasi kripto dapat dimulai dengan nominal yang relatif terjangkau melalui platform digital, sehingga lebih inklusif bagi investor pemula maupun generasi produktif.
Menanggapi tren ini, Resna Raniadi, COO Upbit Indonesia, mengatakan, pihaknya melihat semakin banyak generasi produktif yang mulai memikirkan dana pensiun sejak dini dan mencari alternatif investasi dengan potensi pertumbuhan jangka panjang.
"Kripto kerap dilirik karena menawarkan akses yang mudah serta peluang imbal hasil yang menarik, terutama bagi investor yang memahami karakteristik aset digital,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu, 28 Januari 2026.
Risiko yang Perlu Dicermati Investor
Meski menawarkan peluang, investasi kripto juga memiliki risiko yang tidak bisa diabaikan. Volatilitas harga yang tinggi serta dinamika regulasi menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan investor.
Di tengah upaya penguatan regulasi aset digital, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi keuangan melalui program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan). Langkah ini diharapkan membantu investor memahami risiko, serta hak dan kewajiban dalam berinvestasi.
“Volatilitas menjadi karakteristik utama kripto, sehingga tidak ideal jika dijadikan instrumen tunggal untuk dana pensiun. Investor perlu memahami risikonya dan menghindari keputusan impulsif,” jelas Resna.
Ia juga menambahkan pentingnya memastikan aktivitas investasi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Investor sebaiknya menggunakan platform yang berizin dan diawasi regulator, serta mengikuti perkembangan regulasi agar investasi dapat dilakukan secara lebih aman,” tambah Resna.
Strategi bijak mempertimbangkan kripto untuk dana pensiun
Upbit Indonesia pun menekankan pentingnya pendekatan yang bijak dan teredukasi dalam mempertimbangkan kripto sebagai bagian dari perencanaan pensiun.
Beberapa praktik terbaik yang dapat diterapkan antara lain:
- Memahami profil risiko pribadi dan tujuan keuangan jangka panjang
- Mengalokasikan dana kripto secara proporsional dalam portofolio, bukan secara berlebihan
- Memilih aset kripto dengan fundamental yang jelas dan likuiditas memadai
- Mengadopsi strategi investasi jangka panjang, bukan spekulasi jangka pendek
- Terus mengikuti perkembangan regulasi dan meningkatkan literasi aset digital
Dengan pendekatan yang tepat, kripto dapat berperan sebagai pelengkap dalam perencanaan keuangan jangka panjang, termasuk dana pensiun, selama tetap disertai pemahaman risiko dan pengelolaan yang disiplin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di