Pengiriman perdana rumput laut. Foto: Istimewa
Pengiriman perdana rumput laut. Foto: Istimewa

Bukan Cuma untuk Makanan, Rumput Laut Indonesia Kini Dibidik untuk Gantikan Plastik

Annisa ayu artanti • 08 September 2026 08:45
Ringkasnya gini..
  • Uluu resmi hadir di Indonesia dan mengembangkan rantai pasok rumput laut berkelanjutan untuk material pengganti plastik.
  • Rumput laut dari Sulawesi Selatan menjadi bagian proyek percontohan rantai pasok yang dapat ditelusuri secara digital.
  • Uluu membidik sertifikasi ASC-MSC untuk rantai pasok rumput laut di Luwu, Sulawesi Selatan.
Makassar: Rumput laut Indonesia tak cuma berakhir sebagai bahan makanan atau produk olahan. Komoditas laut ini kini mulai dibidik untuk menjawab salah satu persoalan besar dunia: ketergantungan pada plastik berbasis fosil.

Perusahaan bioteknologi asal Australia, Uluu, resmi mendirikan PT Uluu Solusi Indonesia. Kehadiran entitas ini menjadi langkah Uluu membangun rantai pasok rumput laut yang lebih bersih, tertelusur, dan berkelanjutan langsung dari Indonesia.

Pilihan Indonesia bukan tanpa alasan. Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua di dunia, sehingga pengembangan rantai pasok lokal menjadi bagian penting dari rencana Uluu mengembangkan material berbasis rumput laut sebagai alternatif plastik.

PT Uluu Solusi Indonesia dipimpin Dian Kurniawati sebagai Presiden Direktur. Sementara itu, Boedi Sardjana Julianto dipercaya sebagai Komisaris, dengan pengalaman dalam pengembangan budi daya perairan berkelanjutan serta berbagai proyek rumput laut bersama organisasi pembangunan, lembaga riset, dan masyarakat pesisir.
 

Rumput Laut Indonesia untuk Material Pengganti Plastik

"Sebagai produsen rumput laut terbesar kedua di dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam misi Uluu untuk menggantikan plastik berbasis fosil dengan material yang terbuat dari rumput laut," ujar Dian dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 September 2026. 

"Melalui Uluu Indonesia, kami ingin membangun kemitraan lokal yang kuat serta memastikan bahwa ketertelusuran, praktik budi daya yang bertanggung jawab, dan manfaat bagi masyarakat pembudi daya rumput laut menjadi bagian dari rantai pasok kami sejak awal," imbuhnya.

Bagi Co-founder dan Co-CEO Uluu, Dr Julia Reisser, kehadiran entitas resmi di Indonesia adalah tonggak penting. 

"Rumput laut merupakan bahan dasar material kami, sehingga cara rumput laut dibudidayakan dan lokasi budi dayanya sangat penting," katanya. 

"Dengan adanya tim di Indonesia, kami dapat bekerja secara langsung dengan mitra lokal dan para pembudi daya seiring dengan berkembangnya bisnis kami. Kami antusias melihat apa yang dapat kita bangun bersama," sambungnya.

Mengikuti Jejak Rumput Laut, dari Laut hingga Pabrik

Salah satu bukti nyata komitmen ini adalah pengiriman perdana rumput laut yang sepenuhnya tertelusur dari CV Persada Semesta di Sulawesi Selatan. Bekerja sama dengan Koltiva, setiap tahap perjalanan rumput laut, mulai dari tangan pembudi daya, proses pengolahan, hingga pengiriman dicatat secara digital. Proyek percontohan ini bukan hanya soal transparansi, tetapi juga fondasi sistem yang bisa terus disempurnakan seiring pertumbuhan produksi.

"Ketertelusuran membantu kami memahami dan meningkatkan setiap tahapan rantai pasok, mulai dari pembudi daya hingga pengiriman akhir," kata Indra Santoso, General Manager CV Persada Semesta. 

Menuju Sertifikasi ASC-MSC Pertama di Indonesia

Uluu menggandeng Seafood Savers, platform inisiatif WWF-Indonesia untuk meluncurkan Aquaculture Improvement Program (AIP) di Luwu, Sulawesi Selatan, bersama mitra rantai pasoknya, CV Persada Semesta.

Program ini dirancang untuk memperkuat praktik budi daya dan sistem pengelolaan agar sejalan dengan Standar Rumput Laut ASC-MSC, sekaligus mendorong produksi yang bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial.

Jika berhasil, Uluu dan para mitranya akan mencatatkan sejarah sebagai pengembang rantai pasok rumput laut bersertifikat ASC-MSC pertama di Indonesia.

"Ini masih merupakan langkah awal bagi kami di Indonesia. Kami memulainya melalui proyek percontohan yang terfokus, belajar bersama para mitra, dan menyempurnakan sistem sebelum memperluasnya ke jaringan yang lebih luas," ujar Dian.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan