Juru Bicara Satgas PRR, Amran, memberikan update pemulihan Sumatera dalam Konferensi Pers di Kompleks Kemendagri, Senin (5/10/2026). dok. Satgas PRR.
Juru Bicara Satgas PRR, Amran, memberikan update pemulihan Sumatera dalam Konferensi Pers di Kompleks Kemendagri, Senin (5/10/2026). dok. Satgas PRR.

Update Pemulihan Sumatera: Layanan Dasar Pulih, Penanganan Infrastruktur Dikebut

Arif Wicaksono • 05 Oktober 2026 19:57
Ringkasnya gini..
  • Pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan perkembangan positif.
  • Capaian tersebut memulihkan konektivitas utama antardaerah sekaligus memastikan masyarakat kembali memperoleh layanan dasar.
Jakarta: Pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga 5 Oktober 2026, jalan dan jembatan nasional, listrik, jaringan telekomunikasi, pasokan BBM dan LPG, serta layanan kesehatan dan pendidikan telah kembali berfungsi 100 persen.

Capaian tersebut memulihkan konektivitas utama antardaerah sekaligus memastikan masyarakat kembali memperoleh layanan dasar. Percepatan penanganan kini diarahkan pada jalan dan jembatan daerah yang progresnya belum merata, terutama di Aceh dan Sumatera Barat.
  Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Amran, mengatakan pemerintah terus memaksimalkan penyelesaian pemulihan di seluruh sektor agar aktivitas masyarakat dan perekonomian kembali berjalan normal.

“Infrastruktur kita terus maksimalkan penyelesaian di sektor infrastruktur jalan, jembatan. Nasional sudah 100 persen, daerah masih berjalan. Kemudian pendidikan sudah 100 persen fungsional, kesehatan juga demikian sudah 100 persen fungsional. Perekonomian sudah berjalan dengan baik, di mana tadi data-data sudah menunjukkan bahwa pasar hampir semua 100 persen berfungsi. Kemudian dukungan energi, BBM, dan gas juga sudah terpenuhi 100 persen, listrik 100 persen, internet 100 persen,” kata Amran dalam konferensi pers di Kementerian Dalam Negeri. 

Pada jaringan jalan daerah, progres pemulihan telah mencapai 94,20 persen di Aceh, 98,53 persen di Sumatera Utara, dan 83,23 persen di Sumatera Barat. Capaian tersebut membuat sebagian besar jalur mobilitas masyarakat dan distribusi barang di wilayah terdampak kembali dapat digunakan.

Penanganan jembatan daerah terus dipacu karena progresnya masih berada pada 58,93 persen di Aceh, 93,98 persen di Sumatera Utara, dan 59,50 persen di Sumatera Barat. Pemerintah memperoleh dukungan dari TNI dan Polri melalui pembangunan jembatan Bailey, jembatan Armco, serta jembatan perintis untuk mempercepat pemulihan akses masyarakat.

Pada sektor energi, seluruh jaringan listrik dan stasiun pengisian bahan bakar umum di tiga provinsi telah kembali berfungsi. Pasokan BBM dan LPG juga telah terpenuhi, sedangkan seluruh menara pemancar atau base transceiver station yang terdampak telah kembali beroperasi sehingga layanan telekomunikasi dan internet masyarakat pulih 100 persen.

Fasilitas kesehatan terdampak juga telah memberikan pelayanan secara fungsional 100 persen. Enam puskesmas pembantu masih memanfaatkan rumah dinas, rumah bidan, atau gedung pemerintah, tetapi pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan sembari pemulihan bangunan permanen dilanjutkan.

“Secara keseluruhan, untuk fasilitas kesehatan ini sudah berfungsi optimal 100 persen. Memang ada beberapa fasilitas kesehatan, khususnya Puskesmas Pembantu ada enam unit, itu secara fungsional berfungsi. Tetapi bangunannya masih menggunakan rumah dinas, rumah bidan, dan gedung pemerintah. Tapi secara keseluruhan 100 persen fungsional,” ujar Amran.

Di sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar telah berjalan 100 persen secara fungsional. Pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah tetap dilanjutkan agar seluruh peserta didik dapat kembali belajar di fasilitas yang aman, layak, dan permanen.

Perkembangan positif turut terlihat pada aktivitas ekonomi. Pasar rakyat di Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah kembali berfungsi 100 persen, sedangkan tingkat aktivasi pasar di Aceh mencapai 90 persen. Pemulihan pasar memperkuat distribusi kebutuhan masyarakat sekaligus membuka kembali ruang usaha bagi para pedagang dan pelaku ekonomi lokal.

Satgas PRR terus mengawal penyelesaian infrastruktur daerah dan pembangunan permanen yang masih berjalan. “Sehingga harapan kita dan optimis bahwa penanganan bencana Sumatera ini dapat tentunya diselesaikan sesuai dengan progres yang telah direncanakan,” pungkas Amran.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan