Mentan Syahrul Yasin Limpo (Foto:Dok.Kementan)
Mentan Syahrul Yasin Limpo (Foto:Dok.Kementan)

BPS: NTP dan NTUP Desember Meningkat Signifikan

Ekonomi berita kementan
M Studio • 04 Januari 2021 16:25
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Desember 2020 mencapai 103,25, atau naik 0,37 persen dibandingkan NTP bulan sebelumnya. 
 
Kenaikan NTP disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,82 persen. Angka ini lebih tinggi daripada kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,44 persen.
 
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menyampaikan bahwa pada Desember 2020, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi dengan 2,37 persen dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Aceh mengalami penurunan sebesar 1,12 persen dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Secara nasional, NTP Januari–Desember 2020 sebesar 101,65 dengan nilai It sebesar 107,46 sedangkan Ib sebesar 105,72," ujar Suhariyanto, dikutip siaran pers, Senin, 4 Januari 2021.
 
Perlu diketahui, NTP adalah salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.
 
Lebih lanjut, Suhariyanto mengatakan adanya kenaikan pada Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Desember 2020, yakni sebesar 104,00 atau naik 0,70 persen dibandingkan NTUP bulan sebelumnya.
 
Di sisi lain, penjualan Gabah Kering Panen (GKP) mencapai 59,22 persen. Sementara Gabah Kering Giling (GKG) dan Gabah Luar Kualitas sekitar 25,39 persen 15,39 persen.
 
"Selama Desember 2020, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.776 per kg atau naik 1,16 persen. Di tingkat penggilingan Rp4.875 per kg atau naik 1,24 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.357 per kg atau naik 0,85 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.476 per kg atau naik 0,65 persen," ucap Suhariyanto.
 
(ROS)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif