Ilustrasi wisatawan asing. Foto: MI
Ilustrasi wisatawan asing. Foto: MI

Mulai Februari 2024, Turis Asing Kena Pajak Masuk ke Bali

Annisa ayu artanti • 27 September 2023 10:40
Denpasar: Mulai Februari 2024 wisatawan asing yang berlibur mengunjungi Bali akan dikenakan pungutan pajak wisatawan mancanegara (wisman).
 
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mulai menyiapkan program sosialisasi terkait pungutan pajak itu.
 
Nantinya, wisman yang melancong ke Bali akan dikenakan pajak sebesar Rp150 ribu atau sekitar USD10. Pungutan pajak itu akan berlaku bagi seluruh wisman dari berbagai negara.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini mengatakan sosialisasi ini dilakukan agar calon wisatawan termasuk industri pariwisata di negara-negara pasar dapat memahami sepenuhnya maksud dan tujuan pemberlakuan pungutan pajak bagi wisman ke Bali.
 
Adapun pengaturan pajak itu telah tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pungutan bagi Wisatawan Asing untuk Perlindungan Kebudayaan dan Lingkungan Alam Bali.
 
"Kami juga sedang membuat perencanaan komunikasi dalam roadshow kami ke berbagai negara pasar seperti Australia, Jepang, London, dan lainnya," kata Made, dalam keterangan tertulis, Rabu, 27 September 2023.
 
Baca juga: Sandiaga Bidik Pelancong Korea Selatan Berlibur di Indonesia

Made menekankan sesuai arahan dari Menparekraf Sandiaga Uno, pungutan pajak itu merupakan salah satu upaya untuk terus meningkatkan pariwisata di Bali menuju pariwisata yang berkualitas berbasis budaya, bermartabat, dan berkelanjutan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Bali. 

Diklaim tidak akan membebani wisatawan mancanegara

Kebijakan itu diyakini tidak akan membebani wisatawan mancanegara, namun justru menunjang dalam memberikan pelayanan pariwisata yang lebih baik.
 
"Kami mendukung adanya pungutan untuk wisatawan mancanegara ini dan kami tidak ingin hal ini menjadi isu (perdebatan). Oleh karena itu kita ingin menyosialisasikan kebijakan ini dengan baik karena tujuannya jelas agar pariwisata Bali bisa terus lestari, berbudaya, bermartabat," ujar Made.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun mengungkapkan kebijakan ini rencananya akan mulai berlaku pada Februari 2024.
Untuk tahap awal, pungutan pajak wisman ini akan difokuskan pada dua program yakni penanganan dan pengelolaan sampah serta program-program dalam menjaga adat budaya Bali.
 
"Program ini akan dijalankan di seluruh Bali, (program) ini melihat Bali secara utuh," kata Pemayun.
 
Pihaknya telah melakukan simulasi proses pemungutan pajak bagi wisatawan mancanegara saat tiba di Bali. Secara keseluruhan estimasi waktu per wisatawan hanya sekitar 23 detik.
 
"Dan (simulasi) itu kita lakukan di jam-jam sibuk, artinya tidak akan menyebabkan antrean," ujar Pemayun.
 
Selain di lokasi terminal kedatangan mancanegara, nantinya Pemprov Bali bersama pihak terkait juga akan menempatkan konter khusus di terminal kedatangan domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal ini untuk mengakomodir wisman yang masuk dari sejumlah daerah di Indonesia.
 
"Termasuk di pintu masuk jalur laut," kata Pemayun. 
 
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif