Kepala Bappenas Suharso Monoarfa - - Foto: Antara/ Puspa Perwitasari
Kepala Bappenas Suharso Monoarfa - - Foto: Antara/ Puspa Perwitasari

Pemerintah Siapkan Strategi Penyesuaian PSBB

Ekonomi psbb di jabodetabek Pemulihan Ekonomi
Ilham wibowo • 21 Mei 2020 22:09
Jakarta: Pemerintah tengah menyiapkan strategi untuk menyesuaikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah penanganan pandemi covid-19. Namun, pemerintah belum secara tegas akan melonggarkan pembatasan sosial tersebut.
 
"Pemerintah belum menyatakan akan ada pelonggaran pembatasan sosial berskala besar," ujar Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam siaran virtual, Kamis, 21 Mei 2020.
 
Suharso mencatat ada 124 kabupaten/kota di Indonesia yang masuk kategori hijau. Akan tetapi, pemerintah belum akan melonggarkan status PSBB di masing-masing daerah itu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya tak ada pihak yang bisa memastikan kapan pandemi berakhir. Karena itu, pemerintah harus melakukan penyesuaian agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.
 
"Tetapi kapan bagaimana cara kita bisa memulai agar mereka bisa juga hidup dalam keadaan yang biasa tetapi tetap dengan protokol kesehatan yang tepat dengan protokol covid-19 dengan menggunakan masker, pencuci tangan kemudian bagi keluarga atau bagi teman-teman ikut menghindari kerumunan dan seterusnya," paparnya.
 
Bappenas lanjutnya, akan menjadikan wilayah DKI Jakarta sebagai percontohan atau tolok ukur dalam penyesuaian PSBB. Pemilihan ibu kota tersebut didasari atas benchmark, dan statistik angka reproduksi efektif (Rt) dari sebuah virus yang telah berada lebih kecil dari level satu.
 
Kemudian, penyesuaian PSBB bisa dilakukan saat kondisi tersebut bisa bertahan paling sedikit 14 hari terhitung mulai 19 Mei 2020.
 
"Kita sama-sama berharap bisa menekan angka Rt itu lebih kecil dari angka satu selama 14 hari kalau kita ingin lakukan pelonggaran PSBB," ucapnya.
 
Sistem kesehatan di Jakarta juga dinilai telah memadai dengan jumlah kasus baru yang semakin berkurang. Fasilitas RS di wilayah Jakarta juga dinilai mampu untuk menampung kasus pasien positif baru.
 
"Kita harus punya kesiapan ambil langkah langkah tepat terukur dan dapat dipertanggungjawabkan scientific dan argumentatif apa yang harus dan tidak dilakukan," pungkas dia.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif