Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (tengah). Foto : Medcom. .
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (tengah). Foto : Medcom. .

Digitalisasi Bisnis, PLN-Pertamina Gandeng Microsoft

Ekonomi pertamina pln microsoft
Suci Sedya Utami • 08 April 2020 21:29
Jakarta: PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) menggandeng perusahaan teknologi multinasional asal Amerika Serikat, Microsoft untuk mengembangkan digitalisasi bisnis. Kerja sama tersebut dibuktikan dalam penandatanganan nota kesepahaman antara PLN, Pertamina, dan Microsoft mengenai transformasi digital dan pemberdayaan teknologi.
 
Proses penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Direktur Utama PLN Zulkufli Zainal, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, President Microsoft Asia Pacific Andrea Della Mattea, dan President Director PT Microsoft Indonesia Haris Izmee serta disaksikan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir.
 
Erick mengatakan penandatanganan nota kesepahaman ini sesuai dengan salah satu dari lima prioritas Kementerian BUMN yakni kepemimpinan teknologi. Ia menjelaskan penandatanganan nota kesepahaman ini mencakup empat tujuan, mulai dari peningkatan kemampuan digitalisasi untuk BUMN, meningkatkan kesinambungan bisnis BUMN, BUMN sebagai innovation hub, dan BUMN sebagai tempat pemasaran global (ekosistem mitra).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya berharap kolaborasi ini dapat menjadi langkah awal BUMN untuk menciptakan nilai lebih, mendukung transparansi data dengan menggunakan teknologi strategis dan efisiensi,” ujar Erick di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu, 8 April 2020.
 
Dirinya menjelaskan saat ini Indonesia memiliki 800 perusahaan BUMN termasuk anak perusahaan. Menurut dia apabila tetap menggunakan cara tradisional dalam pengelolaannya maka BUMN dapat terdisrupsi.
 
Oleh karena itu, Erick memutuskan membangun kemitraan dengan Microsoft untuk membantu BUMN dalam mengembangkan dan mengoptimalkan teknologi terkini seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan High Performance Computing (HPC).
 
Adapun kerja sama dengan PLN, nantinya Microsoft akan membantu mengembangkan Smart Metering; Smart Grid Management; Smart Supply Chain; Big data Analytic dan Executive Dashboard sehingga PLN bisa lebih efektif dan efisien dalam sisi biaya.
 
Sedangkan dengan Pertamina, Microsoft akan membantu dalam kerja sama efisiensi biaya pengadaan dan pengadaan untuk mencari sumur-sumur strategis dan juga pengembangan program filantropi seperti proyek Al for Earth yang fokus pada keberlanjutan dan dampak perubahan iklim.
 
Selain itu, Microsoft juga akan memberikan program pembelajaran kepada PLN dan Pertamina mengenai teknologi digital dan eksplorasi implementasi guna pengembangan sumber daya manusia. Erick mengharapkan kolaborasi ini akan membantu BUMN untuk mengembangkan modernisasi infrastrukturnya seperti pembangunan pusat data via Cloud, arsitektur ulang aplikasi, dan penilaian aset data.
 
Lebih lanjut dengan adanya kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasional BUMN, menghasilkan pendapatan yang lebih besar, efisiensi biaya tinggi, meningkatkan integritas data dari hulu ke hilir, serta membawa konsolidasi data yang lebih baik.
 
"Hal ini akan membuat Pertamina dan PLN menjadi perusahaan yang lebih kompetitif dan lebih kuat juga," jelas Erick.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif